Abdul-Kadir-Karding
Abdul Kadir Karding. (foto: net)

harianpijar.com, JAKARTA – Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di 10 provinsi menunjukkan suara parpol-parpol koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih kalah dari parpol koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Menurut Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, hasil itu tentu dipengaruhi oleh kondisi internal partai.

“Dan yang perlu berhati-hati adalah bagaimana koalisi di sebelah sedang direpotkan pada masalah kegagalan konsolidasi karena PKS dengan gardunya ada masalah, dan juga masalah kursi Wagub DKI,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding saat dimintai tanggapan, Sabtu, 3 November 2018.

Selain menyinggung soal PKS, Abdul Kadir Karding juga bicara mengenai kondisi internal Partai Demokrat.

“Dan Demokrat juga harus hati-hati karena banyak pendukungnya yang mengarah ke Pak Jokowi, di samping itu juga mereka tentu lebih fokus pada pemenangan Pileg,” ungkapnya.

Sedangkan PAN, dikatakan Abdul Kadir Karding, butuh fokus untuk meraup suara di daerah.

“Begitu pula juga PAN yang berusaha fokus di Dapil. Mereka tentu tidak ingin yang besar, yang akan menang besar, tumbuh adalah Gerindra sementara partai-partai pendukung lainnya akan terpuruk,” kata Abdul Kadir Karding.

Seperti diketahui, dalam survei LSI Denny JA, di 10 provinsi, suara parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 mengungguli suara parpol koalisi Prabowo-Sandi. Namun, Partai Gerindra diprediksi akan mencetak rekor tersendiri.

Hasil survei itu menunjukkan, PDIP juara atau menang paling banyak, yaitu di 5 provinsi (Sumut, Sumsel, Lampung, DKI, Jateng). Disusul Partai Gerindra di posisi kedua dengan memenangi 3 provinsi (Riau, Banten, Jawa Barat). (nuch/det)

loading...