Ferdinand-Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. (foto: dok. The Telegram)

harianpijar.com, JAKARTA – Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengkritik Nusron Wahid selaku Kepala BNP2TKI saat berbicara soal eksekusi mati yang diterima TKI atau pekerja migran Indonesia (PMI), Tuti Tursilawati di Arab Saudi.

Ferdinand Hutahaean mengatakan tujuan pendirian BNP2TKI baik, yaitu untuk menkgoordinasikan dan mengatur penempatan dan perlindungan TKI.

Namun, kata dia, dibawah kepemimpinan Nusron Wahid, BNP2TKI tak pernah menunjukan kinerja yang baik dan bermanfaat bagi TKI.

Bahkan, menurut Ferdinand Hutahaean, Nusron Wahid yang merupakan politikus Partai Golkar itu lebih banyak membahas politik daripada masalah TKI.

“Kepala BNP2TKI tampaknya kurang bicara tentang perlindungan TKI di depan publik, tapi lebih banyak bicara politik dan pilpres serta hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan tupoksinya,” kata Ferdinand Hutahaean kepada RMOL, Sabtu, 3 November 2018.

Karena itu, dirinya beranggapan BNP2TKI hanya menjadi beban APBN dan beban calon tenaga kerja yang ingin ke luar negeri.

Meski demikian, Ferdinand Hutahaean tak sepakat jika BNP2TKI dibubarkan. Dirinya menyarankan Nusron Wahid yang harus diganti agar lembaga tersebut benar-benar memberikan perlindungan kepada TKI di luar negari.

“Saya usul, sebaiknya jangan dibubarkan. Tapi diganti pemimpinnya agar BNP2TKI lebih berguna lagi ke depan,” ujar Ferdinand Hutahaean.

“Tapi jika memang tak bisa diharapkan lagi, silakan bubarkan karena percuma saja. Alihkan semua masalah TKI menjadi direktorat tersendiri di Kemenaker. Ini lebih baik,” tandasnya. (ilfan/rmo)

loading...