Dradjad-Wibowo
Dradjad Wibowo. (foto: detik/Lamhot Aritonang)

harianpijar.com, JAKARTA – Status Taufik Kurniawan sebagai tersangka KPK dalam kasus dugaan suap DAK Kebumen tahun 2016, membuat sejumlah pihak mendorongnya untuk mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR RI.

PAN yang merupakan partai tempatnya bernaung pun tengah melakukan evaluasi posisi Taufik Kurniawan sebagai pimpinan DPR.

Di tengah evaluasi tersebut, Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo mengatakan ada dua nama yang berpotensi menggantikan Taufik Kurniawan, yakni Mulfachri Harahap dan putra Amien Rais, Hanafi Rais.

“Kalau dalam obrolan-obrolan memang muncul dua nama, yaitu Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais,” ujar Dradjad Wibowo saat dihubungi, Jumat, 2 November 2018.

Namun, Dradjad Wibowo menjelaskan, meski muncul dua nama tersebut bukan berarti posisi Taufik Kurniawan akan digantikan. Sebab hingga saat ini belum ada pembahasan resmi dari PAN mengenai rotasi di pimpinan DPR.

“Fokusnya masih memberi bantuan hukum jika diminta dan melihat fakta hukumnya. Kalau obrol-obrolan memang ada, biasa lah,” ungkapnya.

Dradjad Wibowo mengatakan, belum adanya pembahasan resmi terkait pergantian posisi itu, karena adanya masukan dari pimpinan DPR lain yang menyebut Taufik Kurniawan masih bisa menjadi Wakil Ketua DPR hingga putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

“(Selain itu) faktor efektifitas, yaitu sisa masa bakti yang kurang dari 1 tahun dan terpotong kampanye hingga April juga menjadi pertimbangan (belum adanya pembahasan resmi),” kata Dradjad Wibowo. (ilfan/kum)

loading...