sandiaga-uno
Sandiaga Uno.

harianpijar.com, JAKARTA – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno bercerita soal pengalamannya pernah dipecat saat krisis. Hal itu dirinya ungkapkan saat menghadiri Pertemuan Tokoh Perkemahan Pesantren Nasional 2 di Cibubur, Jakarta Timur.

“Saya dulu pegawai biasa, 21 tahun lalu saya dipecat karena krisis, tapi itu jalan saya, setelah dipecat saya mulai usaha dengan 3 orang. Bisa jadi pengusaha konsultan keuangan, banyak kegagalan tapi ternyata Allah memberikan kesempatan usaha yang dibangun 3 orang, hari ini bisa buka 30 ribu lapangan kerja,” ujar Sandiaga Uno di hadapan para santri di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta Timur, 1 November 2018.

Sandiaga Uno tiba di lokasi acara sekira pukul 15.15 WIB. Dirinya disambut salawat oleh para santri pramuka.

Sandiaga Uno juga memberi wejangan bahwa santri harus bisa mandiri. Santri, kata dia, harus bisa membuka usaha ke depan.

“Saya ingin santri ke depan mandiri. Ini kesempatan Indonesia. Santri kita arahkan menjadi santripreneur, bisa buka lapangan kerja, buka usaha-usaha. Selesai, santri bisa mandiri, punya usaha sendiri tidak bergantung tapi menebar manfaat,” ungkapnya.

Menurut Sandiaga Uno, ada 4 pilar kunci kesuksesan. Yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, sampai kerja ikhlas.

“Ada 4 etos kerja pertama kerja keras. Kedua nggak cukup kerja keras, mau sukses harus kerja cerdas, kemudian kerja tuntas, terakhir kerja ikhlas,” terangnya.

Selain itu, kepada para santri Sandiaga Uno menegaskan di balik kesulitan selalu ada kemudahan.

“Saya di-PHK itu saya anggap sebagai kesulitan tapi itu jadi kemudahan karena saya dipindahkan dari seorang pegawai jadi pengusaha. Saya juga pindah sekarang dari pengusaha pindah ke birokrat, Pak Anies sama saya bertugas di DKI. Setiap ada perubahan selalu Allah menjanjikan kemudahan di belakang itu,” pungkasnya. (nuch/det)

loading...