raja-juli-antoni
Raja Juli Antoni. (foto: instagram/rajaantoni)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta bicara kemungkinan akan mematikan mesin politik Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 sebagai buntut dari polemik kursi wakil gubernur DKI Jakarta.

Terkait hal itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memprediksi mesin politik Prabowo-Sandi akan mati total karena berbagai alasan.

“Mesin politik Prabowo-Sandi akan mati total. Tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada awak media, Kamis, 1 November 2018.

Raja Juli Antoni mengatakan ada beberapa alasan yang dapat membuat mesin politik pasangan nomor urut 02 itu mati total. Pertama, dilihat dari bagaimana Partai Demokrat yang seperti bermain dua kaki dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur itu.

“Demokrat sudah mengizinkan kadernya untuk main dua kaki,” sebutnya.

Selanjutnya, Raja Juli Antoni juga mengingatkan soal pernyataan Sekjen PAN Eddy Soeparno perihal banyaknya caleg PAN yang mengaku tidak bisa mengkampanyekan Prabowo-Sandi di dapilnya. Itu, menurutnya menjadi alasan tambahan mengapa mesin politik Prabowo-Sandi bisa mati total.

“Sekjen PAN juga mengakui Caleg mereka tidak mau mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” ujar Raja Juli Antoni.

Pengurus PKS DKI Jakarta juga sudah berbicara kemungkinan matinya mesin politik. Hal itu terkait kekecewaan PKS soal kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang digadang-gadang akan kembali jatuh ke kader Partai Gerindra.

Selain itu, PSI menyebut masih ada indikator lain yang bisa membuat mesin politik Prabowo-Sandi mati total. Raja Juli Antoni menilai Prabowo Subianto tak lagi memiliki kepercayaan diri besar menghadapi Pilpres.

“Pak Prabowo tidak punya kepercayaan diri lagi nampaknya untuk kampanye ke daerah-daerah,” pungkasnya. (nuch/det)

loading...