Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra menanggapi penilaian pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny JA yang menyebut Prabowo Subianto akan sulit mengejar Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 jika kekurangan 3M, yakni media, momentum dan money (uang).

Menurut Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman, Prabowo Subianto malah kelebihan 3M. “Justru Prabowo surplus 3M,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 22 Oktober 2018.

Lebih lanjut Habiburokhman mengatakan, mengenai momentum, justru saat ini merupakan momentum paling tepat bagi Prabowo Subianto.

“Ketidakmampuan petahana memenuhi ekspektasi seperti Dolar Rp 10.000, pertumbuhan ekonomi 7 persen, ketersediaan lapangan kerja adalah momentum yang amat pas bagi kami yang mengedepankan isu ekonomi. Justru yang kehilangan momentum adalah Jokowi, karena banyak harapan yang tak terpenuhi,” jelasnya.

Soal media, Habiburokhman mengaku pihaknya memang tak menguasai media mainstream. Tetapi, ada salah satu jenis media yang menurutnya dikuasai Prabowo-Sandiaga Uno.

“Tapi kami unggul jauh di media sosial. Saat ini trennnya kan ke media sosial. Cek saja polling-polling di media sosial, Prabowo kerap unggul,” kata Habiburokhman.

Sedangkan soal uang, Habiburokhman mengatakan Prabowo-Sandiaga Uno memang tak didukung konglomerat. Namun, menurutnya, model kampanye Prabowo-Sandiaga Uno yang langsung menemui masyarakat sangat efisien dan efektif.

“Kunjungan Pak Prabowo, Pak Sandi ke masyarakat langsung tidak high cost karena tidak perlu menyewa hotel atau tempat pertemuan. Pasukan caleg koalisi juga gencar lakukan aksi ketok pintu,” terangnya.

Meski demikian, Habiburokhman mengaku tak mempersoalkan penilaian Denny JA. Justru dirinya menilai pihaknya saat ini sedang berada di titik sangat percaya diri.

“Silakan saja LSI bikin analisa macam-macam, tapi kami saat ini sedang dalam kondisi sangat percaya diri. Dengan dukungan dari akar rumput, kami bahkan bisa menang di angka 60 persen,” pungkasnya. (nuch/det)