Hasto-Kristiyanto-2
Hasto Kristiyanto. (foto: dok. metrotvnews)

harianpijar.com, JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai sebagai tokoh yang berpendidikan Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye, jadi jangan bawa kampus untuk melakukan kegiatan yang berbau kampanye.

“Pak Sudirman Said harus paham bahwa saat ini sudah masuk masa kampanye. Jadi jangan bawa kampus untuk kampanye terselubung,” kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Menurut Hasto Kristiyanto, dirinya juga menilai Sudirman Said seperti berusaha menciptakan kesan playing victim. Karena, dirinya membuat seolah teraniaya, padahal memang telah salah langkah dan gegabah.

“Pak Sudirman Said tidak perlu playing victim. Rakyat sudah muak dengan kebohongan terencana seperti Ratna Sarumpaet. Jadi maaf Pak Sudirman Said, jurus Anda sudah tidak laku,” ujar Hasto Kristiyanto.

Lebih lanjut, ditegaskan Hasto Kristiyanto, sebagai tokoh yang berpendidikan seharusnya memahami aturan tersebut. Marwah kampus dengan kebebasan akademiknya wajib kita hormati. Terlebih mahasiswa, dimana proses kepemimpinan nasionalpun datang dari dunia kampus.

Karena itu, kehadiran Sudirman Said memang terlalu dini. Seperti kampanye awal yang dipaksakan.

“Sabar saja, sebagai alumni UGM saya paham, pasti akan ada undangan resmi bagi paslon atau tim kampanye untuk menyampaikan visi-misinya. Terlebih UGM, mereka sangat berkompeten untuk melihat secara komprehensif terhadap seluruh visi-misi dan agenda strategis Paslon 01 dan 02,” tegas Hasto Kristiyanto.

Selanjutnya, Hasto Kristiyanto juga menjelaskan, Sudirman Said dirinya merasa seperti bahwa dirinya diperlakukan negatif juga dianggap tidak tepat. Bahkan. terlebih dengan menyampaikan ada ancaman DO.

“Ini jaman Now. Mana ada yang main kayu dengan ancaman DO? Terlebih UGM yang dikenal sebagai universitas perjuangan. Pernyataan Pak Sudirman Said justru telah merendahkan martabat UGM yang dikenal sangat menjunjung tinggi tradisi demokrasi Pancasila,” jelas Hasto Kristiyanto.

Sementara diketahui, Fakultas Peternakan UGM melakukan pembatalan Seminar Kebangsaan Kepemimpinan Era Milenial dengan pembicara mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan mantan Menteri Agraria Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. Bahkan, acara itu semula dijadwalkan akan digelar di auditorium Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat, 12 Oktober 2018, pukul 14.00.

Sedangkan, Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus menegaskan tidak ada unsur politik dalam pembatalan itu. Menurutnya, acara itu dibatalkan karena penyelenggaranya bukan dari elemen di bawah fakultas atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Namun, Sudirman Said beranggapan jika pelarangan tersebut tidak menunjukkan bahwa kampus telah menjadi alat politik. [elz/med]

loading...