novel-bamukmin
Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 dan juga tokoh Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin.

harianpijar.com, JAKARTA – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin tidak memahami ajaran agama.

“Dia nggak ngerti agama, dia nggak ngerti agama, tapi pengin menyeret-nyeret agama ke dalam politik,” kata Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut Ace Hasan Syadzily, dirinya berpendapat urusan surga dan neraka tidak relevan dengan kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Karena itu, dirinya meminta Novel Bamukmin tidak menyeret-nyeret urusan agama ke dalam politik.

“Soal surga dan neraka itu tidak ada kaitannya dengan pilpres, saya ingin mengatakan bahwa Bamukmin ini tidak mengerti agama, sehingga dia ingin menyeret-nyeret agama ke politik dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada kaitannya. Apa urusannya soal pilpres dengan soal masuk surga?” ujar Ace Hasa Syadzily.

Lebih lanjut, ditegaskan Ace Hasa Syadzily, tidak ada pihak yang bisa menjamin seseorang bisa masuk surga. Karena itu, dirinya menyarankan agar lawan politiknya beradu gagasan dan program dibanding memperdebatkan persoalan tersebut.

“Iya, sekarang memang Prabowo sama Sandi akan masuk surga juga? Ada jaminan masuk surga? Sehingga dia menjamin bisa masuk surga. Nabi Muhammad saja tidak bisa menjamin seseorang masuk surga kok, ini seorang…. Ya kan menyeret surga dan neraka untuk kepentingan Pilpres 2019, itu kan sudah menurut saya istilahnya itu sembarangan, sontoloyo,” tegas Ace Hasan Syadzily.

Sementara sebelumnya, juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menjelaskan soal pembukaan doanya yang menyebut, jika ingin masuk surga, mintalah ke Allah, Rasul, Prabowo Subianto, dan Sandiaga Uno. Bahkan, dirinya juga menyinggung tentang pendukung penista agama.

“Yang saya sampaikan eh… adalah mau masuk surga ya minta sama Allah, sama Rasul, bersama Prabowo-Sandi kali, bukannya minta,” kata Novel Bamukmin, di Jl HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, 12 Oktober 2018.

“Tapi, kalaupun seperti itu juga dikatakan, ya artinya ada usaha, ada peluang yang tepat di sini, karena kita bukan pendukung penista agama,” lanjut Novel Bamukmin.  [elz/det]