prabowo-amin
Prabowo Subianto.

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai permintaan maaf Prabowo Subianto tak cukup untuk menghilangkan efek kasus berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet.

Pasalnya, dampak yang muncul dari kasus Ratna Sarumpaet tersebut diprediksi akan sangat mempengaruhi elektoral Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Saya kira tak cukup hanya minta maaf saja untuk kembali mengangkat elektoral Prabowo,” kata Hendri Satrio seperti dikutip dari JPNN, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Menurut Hendri Satrio, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus melakukan langkah terobosan. Seperti, mulai memaparkan program kerakyatan yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi perekonomian bangsa yang terpuruk.

Namun, program yang disampaikan sebaiknya juga diikuti dengan pemaparan secara rinci, soal bagaimana mekanisme pelaksanaanya jika Prabowo-Sandi nantinya terpilih.

“Meski minta maaf tidak cukup, saya kira langkah itu cukup baik sebagai langkah awal. Minimal untuk meredam agar kasus Ratna tidak terus dikaitkan dengan Prabowo-Sandi,” ujar Hendri Satrio.

Selain itu, dirinya juga memprediksi jika kasus Ratna Sarumpaet tidak terus ‘digoreng’ pihak tertentu, maka kasusnya akan selesai dalam waktu dekat.

Setidaknya kasus tersebut hanya fokus terhadap Ratna Sarumpaet sendiri dan tidak melebar ke Prabowo-Sandi. (nuch/jpn)