Prabowo-Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (foto: screenshot facebook/PrabowoSubianto)

harianpijar.com, JAKARTA – Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai slogan ‘Make Indonesia Great Again’ yang dilontarkan Prabowo Subianto berpotensi bahaya.

Sebab, jika disamakan, slogan itu mirip dengan kampanye Donald Trump saat mengikuti pemilu Amerika Serikat, maka hal itu bisa memicu isu rasial.

“Kalau di zaman Trump hampir semacam anti terhadap China. China mengancam Amerika, jadi harus bangkit kembali menjadi Amerika yang besar. Itu dilakukan oleh Trump dan berhasil meraih suara di sana,” kata¬†Saidiman Ahmad dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Jumat, 12 Oktober 2018.

Meski demikian, Saidiman Ahmad menyebut apa yang dilontarkan Prabowo Subianto hanya sebatas pembakar semangat patriotisme semata.

Karena itu, dirinya belum bisa menafsirkan lebih jauh soal maksud slogan Prabowo Subianto itu yang kerap disamakan dengan Donald Trump.

“Saya tidak tahu apakah Pak Prabowo ingin meniru Donald Trump, tapi kalau kita lihat di dalam kampanye ada kemiripan, membangkitkan rasa patriotisme, membangkitkan satu isu bahwa Indonesia akan bubar tahun 2030, dan bahasa-bahasa semacam itu yang dulu dipakai Trump,” jelasnya.

Selain itu, Saidiman Ahmad juga memprediksi, jika hal ini terus digemborkan dalam kampanye Prabowo Subianto, maka potensi ke arah berbahaya makin terbuka.

Apalagi, jika isu seperti tenaga kerja asing dari China, PKI, dan pencaplokan Indonesia oleh negara asing, terus dimainkan dan ditangkap publik secara keliru.

“Justru berbahaya kalau ini terus digemborkan, karena kita tahu kan kita hidup berdampingan, jadi sentimen rasial semacam itu bahaya. Jadi pada tingkat tertentu bila publik termakan isu itu akan berbahaya,” ujar Saidiman Ahmad. (ilfan/mer)