Dahnil-Anzar-Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak. (foto: dok. Suara Muhammadiyah)

harianpijar.com, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah dugaan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin yang menyebut massa pengawal Amien Rais saat ke Polda Metro Jaya berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Tudingan itu Dejavu, berulang-ulang, menuduh dan memfitnah orang lain,” kata Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzhar Simanjuntak saat dihubungi, Jumat, 12 Oktober 2018.

Dahnil Anzhar Simanjuntak menyayangkan tuduhan HTI atau anti-Pancasila pada orang yang melontarkan kritik terhadap Jokowi terus menerus digaungkan, bahkan sejak Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Dirinya meminta kubu Jokowi untuk tak lagi melakukan stigmatisasi tersebut.

“Dari dulu kan memang suka menuduhnya begitu. Jadi kalau ada yang mengkritisi Pak Jokowi dulu dituduh anti-Pancasila, dulu ketika demo 212 dituduh ramai-ramai kelompok radikalis. Kan stigma-stigma begitu kan terus diproduksi,” ujar Dahnil Anzhar Simanjuntak.

“Oleh sebab itu menurut saya perilaku terbiasa menuding orang lain anti-Pancasila, menyebut orang orang lain HTI segala macem itu jangan diteruskan. Itu nggak baik menuduh dan memfitnah orang, stigma,” tambahnya.

Meski demikian, Dahnil Anzhar Simanjuntak juga mengaku tak setuju dengan tudingan PKI yang selama ini disematkan kepada Jokowi. Karena itu, dirinya meminta Jokowi untuk menghentikan stigmatisasi-stigmatisasi kepada pihaknya.

“Kan nggak elok itu cara menegasikan orang lain dengan stigma-stigma itu. Jadi menurut saya tim Pak Jokowi saran dari saya, baik-baik kemudian berhentilah melakukan stigma-stigma terhadap kelompok lain, menuduh dan memfitnah. Tunjukkan saja apa yang menjadi kekuatan Pak Jokowi. Kita butuh kampanye dengan tidak menuduh orang lain dengan stigma-stigma. Stigamtisasi itu terlalu sering lho,” ungkapnya.

Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menduga massa yang mengawal Amien Rais saat menjalani pemeriksaan terkait kasus Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya kemarin adalah HTI. Pasalnya, orasi-orasi yang dibawakan massa PA 212 disebut seperti HTI.

“212 kan simbol politik, walaupun 212 yang ada sudah cair dan yang sesungguhnya yang ikut kemarin ke sana (mengawal Amien Rais) dugaan kami bukan 212, tapi HTI, karena isu-isu yang disampaikan soal khilafah, pergantian sistem yang ada itu saya baca dan saya dengar di media,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. (ilfan/det)