Sufmi-Dasco-Ahmad
Sufmi Dasco Ahmad. (foto: detik/Lamhot Aritonang)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad meminta aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet, sebaiknya terbuka saja terhadap kasus hoax penganiayaan. Karena, akan memudahkan polisi dalam mengembangkan penyidikan, termasuk adanya kemungkinan tersangka lain.

“Ya nggak apa-apa terbuka saja biar semua tahu hitam putihnya jadi terang,” kata Sufmi Dasco Ahmad kepada media, Senin 8 Oktober 2018.

Sementara, menurut kuasa hukum aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet, Desmihardi, dirinya juga meminta kliennya agar terbuka terkait kasus hoax yang dihadapi.

Bahkan, dirinya juga meminta kliennya agar terbuka memberikan keterangan kepada polisi. Karena itu, dirinya berharap kliennya tidak menutup-nutupi informasi mengenai kasus hoax tersebut.

“Yang pasti, bisa jadi polisi mengembangkan ke sana. Silakan polisi. Kami dari sisi Bu Ratna Sarumpaet, kami mendorong memang membuka apa adanya tentang masalah ini, jangan ditutup-tutupi,” ujar Desmihardi.

Selain itu, dijelaskan Demihardi, soal pemeriksaan lanjutan terhadap Ratna Sarumpaet, Sabtu 6 Oktober 2018 lalu, menurutnya polisi menanyakan hal-hal detail kepada kliennya Ratna Sarmpaet termasuk pertemuannya dengan sejumlah tokoh.

“Ya, yang diperiksa polisi, BAP polisi itu hal-hal sedetail mungkin tentang kegiatan bu Ratna terutama dari tanggal 20 sampai tanggal 2. Nah kemarin itu hal-hal detail menyangkut tentang proses ke rumah sakit. Ditanya semua. Termasuk memang perkenalan, pengetahuan beliau tentang beberapa tokoh,” jelas Desmihardi. [elz/det]