Arief-Budiman
Arief Budiman. (foto: Antara/Aprilio Akbar)

harianpijar.com, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan debat publik capres-cawapres Pilpres 2019 harus tetap menggunakan bahasa Indonesia. Pasalnya, menurut Ketua KPU Arief Budiman, debat itu akan disaksikan oleh orang Indonesia.

“Debat tetap (pakai) bahasa Indonesia. Sebab debat itu yang menyaksikan siapa? Kan orang Indonesia. Maka jangan diperdebatkan (soal penggunaan bahasa dalam debat publik),” kata Arief Budiman di Jakarta, Sabtu, 22 September 2018.

Arief Budiman mengatakan pihaknya saat ini belum menyusun jadwal pelaksanaan debat. Karena, debat rencananya akan digelar pada tahun depan atau saat menjelang pemungutan suara.

Dirinya menilai jika debat dilaksanakan jauh-jauh hari, masyarakat berpotensi lupa dengan informasi yang disampaikan capres-cawapres maupun informasi tentang pemilu.

“Jadi mungkin debatnya diselenggarakan di awal 2019. Debat publik ini juga sekaligus sebagai sosialisasi kepada pemilih,” jelas Arief Budiman.

Selain itu, KPU juga memastikan debat capres-cawapres Pilpres 2019 akan digelar sebanyak lima kali. Hal ini, dikatakan Arief Budiman, sama dengan debat capres-cawapres pada Pilpres 2014 lalu.

“Untuk format debat seperti apa, apakah bersama-sama capres-cawapres atau ada debat yang sendiri-sendiri, kami akan menentukannya lebih lanjut,” ungkapnya. (nuch/rep)