OSO
Oesman Sapta Odang (OSO). (foto: detik/Kanavino)

harianpijar.com, JAKARTA – Nama Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dicoret KPU dari daftar caleg DPD karena masih menjadi pengurus partai politik. OSO pun mempertanyakan soal itu.

“Ah enggak ada coret-coret, siapa yang berani coret-coret ha-ha-ha,” ujar OSO kepada awak media di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 20 September 2018.

“belum-belum,” imbuhnya.

OSO sendiri berkunjung ke Posko Cemara hanya sebentar, tak sampai 5 menit dan langsung pergi. Dirinya menyebut sudah menggugat KPU ke Bawaslu hari ini.

“(Gugatan) sudah tadi, sudah diterima Bawaslu dan uji materi juga sudah, sudah diterima dan dinyatakan pantes untuk di persoalkan. Memenuhi syarat uji dan materil,” terangnya.

OSO menuturkan harus kembali melihat Undang-Undang pasal 28. Menurutnya, peraturan KPU itu seharusnya berlaku pada tahun 2024. Dirinya menilai KPU sudah melakukan pelanggaran.

“Nggak boleh, nggak ada. Lihat pasal 28 Undang-Undang I UUD 45,” sebutnya.

Seperti diketahui, nama OSO dicoret KPU dari dari Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019. OSO adalah bacaleg DPD dari Dapil Kalimantan Barat.

Alasan OSO dicoret karena putusan Mahkamah Konstitusi yang melarang pengurus parpol menjadi calon anggota DPD/senator.

Keputusan MK soal anggota DPD tidak boleh lagi rangkap jabatan dengan menjadi pengurus parpol tertuang dalam putusan MK No. 30/PUU-XVI/2018 yang dibacakan pada Senin, 23 Juli 2018. (nuch/det)