KH-Maruf-Amin
KH Ma'ruf Amin. (foto: Merdeka/Nur Habibie)

harianpijar.com, ACEH – Bakal calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin mengimbau masyarakat untuk tidak memilih calon anggota legistlatif (Caleg) yang berstatus mantan narapidana kasus korupsi.

“Iya dong, jangan dipilihlah oleh masyarakat,” kata Ma’ruf Amin saat dikonfirmasi, di Universitas Syah Kuala, Aceh, Rabu, 19 September 2018.

Menurut Ma’ruf Amin, dirinya kecewa atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan narapidana kasus korupsi untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) di pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Bahkan, putusan itu telah membuka peluang bagi partai politik untuk kembali mencalonkan mantan narapidana kasus korupsi sebagai caleg.

“Itu jadi membuka peluang lagi bagi caleg korutor buat maju lagi ya,” ujar Ma’ruf Amin yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Lebih lanjut, ditegaskan Ma’ruf Amin, meski begitu partai politik maupun para penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu harus menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut. Karena, putusan tersebut tidak bisa dibantah dan menjadi putusan terakhir dan mengikat.

“Ya saya kira kita nggak bisa membantah MA, itu kan final dan binding, kalau MA memutuskan seperti itu mau nggak mau harus diterima,” kata Ma’ruf Amin.

Sementara diketahui, MA memutus menerima dua dari sekian permohonan uji materi nomor 20 tahun 2018 terkait larangan eks narapidana korupsi jadi caleg. Bahkan, dalam pertimbangannya MA menilai larangan itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dengan putusan tersebut, maka mantan narapidana kasus korupsi kembali diperbolehkan maju sebagai calon legislatif di Pileg 2019. [elz/cnn]

loading...