presiden-jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

harianpijar.com, GROBOGAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ­meminta kepada masyarakat untuk menggunakan akal sehat, agar tidak terpengaruh upaya pecah belah yang biasa terjadi menjelang kontestasi politik seperti dalam menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap persatuan dan kesatuan bangsa tidak menjadi retak hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Jangan sampai gara-gara pesta demokrasi, pemilihan wali kota, gubernur, pemilihan presiden, kita (bangsa Indonesia) menjadi terkotak-kotak. Tidak boleh!” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dihadapan 8 ribu warga penerima sertifikat tanah gratis, di Stadion Krida Bakti, Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu, 15 September 2018 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi). berdasarkan pengalaman sebelumnya, kampanye hitam selalu terjadi menjelang kontestasi politik. Bahkan, tidak sedikit politikus menggunakan isu perbedaan suku, ras, agama, dan golongan sebagai bahan untuk menggaet dukungan rakyat.

Karena itu, cara-cara semacam itu, sama dengan menjerumuskan bangsa dan rakyat sendiri ke lubuk perpecahan dan kehancuran.

“Jangan praktikkan politik kotor dengan mengeksploitasi isu SARA. Politikus harus punya tanggung jawab memberikan pendidikan politik yang positif kepada masyarakat,” tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, dirinya berpesan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi kampanye hitam, baik dalam bentuk ujaran kebencian, informasi bohong, fitnah, maupun lainnya.

“Jangan mau dikompor-kompori politisi sehingga sama tetangga tidak saling sapa, antarkampung tidak sa-ling rukun. Orang politik itu pintar-pintar sehingga masyarakat gampang terpenga­ruh,” jelas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi ), dirinya juga mengingatkan bahwa bangsa lain mengenal Indonesia sebagai bangsa yang santun, ramah, dan rukun. Bahkan, keretak­an akibat pesta demokrasi merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia.

Karena itu, semua elemen bangsa agar saling­ menguatkan. Persatuan yang kuat menjadi modal kekuatan dan potensi Indonesia.

“Agama, suku, adat, tradisi kita berbeda-beda. Ini anugerah dari Allah, bukan dari kita. Persatuan ini modal utama kita,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Selain itu, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Persatuan sebagai modal bangsa, tampak di Asian Games Jakarta-Palembang, belum lama ini. Saat itu, seluruh rakyat Indonesia mendukung seluruh atlet yang bertan­ding tanpa memandang latar belakang mereka.

Sedangkan, turut hadir dalam acara itu, antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Grobogan Sri Sumarni. (elz/med).

loading...