Susilo-Bambang-Yudhoyono-SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai karena tidak konsisten dengan pilihan politik yang diambil di pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Partai Demokrat bisa dikatakan sebagai partai yang linglung.

Sementara, disatu sisi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu
mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, disisi lain membiarkan sebagian kader di daerah mendukung pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

“Bisa disebut main dua kaki, tapi menurut saya sepertinya tak salah disebut PD linglung, karena tidak konsisten dengan pilihan politiknya sendiri,” kata pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe kepada media, Sabtu, 15 September 2018.

Menurut Maksimus Ramses Lalongkoe, sikap plin plan akan sangat merugikan bagi partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pemilihan Legislatif 2019.

Lantaran, suara pemilih kemungkinan hanya akan terbagi dua di pemilu mendatang. Yaitu, antara yang mendukung Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf. Jika suatu partai tidak jelas menentukan pilihan, maka peluang calegnya dipilih sangat kecil.

Apalagi, belakangan muncul pemberitaan dari media asing ‘Asia Sentinel’ yang menurunkan tulisan ‘Konspirasi Kejahatan Besar SBY’ terkait patgulipat Bank Century menjadi Bank Mutiara. Karena itu, dirinya meyakini hal tersebut berpengaruh bagi persepsi masyarakat terhadap partai berlambang mercy tersebut.

“Jadi, elektabilitas Demokrat bisa jadi bakal terjun bebas. Penyebabnya, mulai dari mengambangnya dukungan ke Prabowo, hingga munculnya isu-isu hukum. PD juga tidak berani mengambil sikap tegas terhadap kadernya yang mendukung Jokowi-Ma’ruf, menunjukkan Demokrat tidak punya pendirian,” tandas Maksimus Ramses Lalongkoe yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini. (elz/jpn)

loading...