Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: Liputan6/Herman Zakharia)

harianpijar.com, JAKARTA – Bakal cawapres pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Uno berbicara soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak sepakat dengan istilah the power of emak-emak.

Meski demikian, Sandiaga Uno merasa yakin Jokowi tidak menyampaikan pendapat yang tidak sepakat dengan istilah emak-emak.

“Saya baru baca transkripnya Pak Presiden, jadi Pak Presiden nggak menyatakan seperti itu. Jadi itu, mungkin teman-teman baca lagi transkripnya. Karena saya rasa multi penafsiran itu seperti yang terjadi antara saya dengan Pak Ridwan Kamil, itu karena teman-teman transkripnya salah diartikan,” ujar Sandiaga Uno di Gedung Aula Ditjen Bina Pemdes, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 15 September 2018.

Dirinya beranggapan Jokowi tak masalah dengan istilah emak-emak atau ibu bangsa. Yang penting, dikatakan Sandiaga Uno, emak-emak adalah kaum perempuan yang hebat dan penuh kemandirian. Sehingga, bisa ikut serta dalam pembangunan bangsa.

“Menurut saya Pak Presiden tidak ada masalah dengan penyebutan ibu bangsa atau emak-emak. Yang penting kaum perempuan kita perempuan hebat perempuan mandiri. Perempuan yang akan menjadi penentu kesuksesan bangsa ini,” ungkapnya.

Sandiaga Uno pun meminta istilah emak-emak atau ibu bangsa tidak perlu diperdebatkan karena yang terpenting aspirasi dari para perempuan Indonesia bisa terakomodasi dengan baik.

Selain itu, dirinya juga menegaskan tak ingin disebut sebagai pihak yang mempolitisasi kaum emak-emak.

“Kami menangkap aspirasi dari ibu-ibu, kaum perempuan hebat perempuan mandiri. Partai emak-emak itu yang selama dua tahun saya turun ini yang saya rasa selama ini tidak terkanalisasi, tidak tertangkap aspirasinya,” kata Sandiaga Uno.

“Sekarang diskursus kita tentang ibu-ibu itu jangan diperkecil atau dipersempit dengan hanya definisi emak-emak, ibu-ibu, cara kita menyampaikannya. Tapi justru apa yang disampaikan mereka, bagaimana mereka bisa mendapat solusi dari permasalahan yang mereka hadapi. Solusinya diskursunya di situ,” tambahnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan tak sepakat dengan istilah emak-emak karena menganggap tak sesuai dengan konsep ibu bangsa sejak 1935 sebelum Indonesia merdeka. (ilfan/kum)

loading...