Buni-Yani
Foto : Buni Yani.

harianpijar.com, JAKARTA – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago berharap masuknya Buni Yani menjadi tim sukses bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno khususnya di media sosial, sudah melakukan tobat dan tak menyebarkan lagi berita bohong atau hoaks dan fitnah.

“Semoga Buni Yani tobat nggak bicara hoaks lagi dan fitnah lagi,” kata Irma Suryani Chaniago saat dikonfirmasi, usai diskusi publik Indonesia Political Review di Bumbu Desa Cikini, di Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Irma Suryani Chaniago, dirinya tidak khawatir jika Buni Yani jadi bergabung ke tim Prabowo-Sandiago Uno. Karena, KPU sudah menetapkan aturan kampanye yang melarang hal-hal bersifat SARA, fitnah, termasuk berita hoaks.

Sementara diketahui, Buni Yani sempat dijatuhi vonis hukuman satu tahun enam bulan penjara dalam kasus penyebaran ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan oleh hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, November tahun lalu. Namun, hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap Buni Yani.

Sedangkan kasus Buni Yani muncul saat dirinya mengunggah cuplikan video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 di akun media sosialnya, Oktober 2016.

Dalam unggahan itu, Buni Yani mengedit isi pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan memicu aksi demo besar-besaran yang diikuti massa umat Islam dari berbagai daerah. Mereka menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menurut mereka telah menistakan agama Islam.

Sementara, menurut politisi muda Partai Gerindra Gusmiyadi, Buni Yani berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri karena sudah menjalani hukuman.

“Saya kira konstruksi berpikirnya begini, ya, orang yang sudah dihukum saya kira itu sudah klir, ya. Dan orang punya kesempatan untuk memperbaiki diri,” kata Gusmiyadi di kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, ditegaskan Gusmiyadi, timnya selalu diberi arahan untuk menciptakan kampanye yang menyejukkan. Pihaknya akan mengurangi kisruh dan hiruk pikuk yang memusingkan masyarakat.

“Kami selalu di-briefing harus membawa kesejukan, membangun simpati rakyat. Bahwa faktanya masyarakat itu tidak senang dengan hiruk-pikuk, kisruh dan lain sebagainya nanti coba kita kurangi,” tegas Gusmiyadi. [elz/cnn].

loading...