Ketua DPP NasDem bidang Media dan Informasi Publik Willy Aditya.

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) bidang Media dan Informasi Publik Willy Aditya mengatakan partainya tetap melarang mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif.

Menurut Willy Aditya, keputusan NasDem tidak berubah kendati Mahkamah Agung (MA) resmi memperbolehkan mantan napi korupsi menjadi caleg. Bahkan, menurutnya keputusuan melarang caleg mantan napi korupsi adalah keputusan yang tepat.

“NasDem tetap konsisten dengan peraturan KPU meski peraturan tersebut telah dubatalkan oleh MA,” kata Willy Aditya saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat 14 September 2018.

Menurut Willy Aditya, larangan caleg mantan napi korupsi merupakan sebuah langkah berani dari penyelenggara Pemilu untuk menghasilkan wakil rakyat yang bersih. Bahkan, tidak dipungkiri saat ini lembaga legislatif seperti DPR, MPR mendapatkan persepsi negstif dari publik karena anggotanya kerap tersandung masalah korupsi.

“Larangan mantan napi korupsi mencalonkan diri merupakan salah satu cara untuk menghasilkan pemerintahan yang bersih,” ujar Willy Aditya.

Lebih lanjut, ditegaskan Willy Aditya, partai besutan Surya Paloh saat ini telah membatalkan proses pencalonan 2 caleg mereka yang terindikasi sebagai mantan narapidana korupsi. Bahkan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dampak yang buruk apabila mantan napi korupsi terpilih menjadi wakil rakyat.

“Kita batalkan pencalonan mereka dengan siap menanggung segala resikonya,” tegas Willy Aditya. [elz/med]

loading...