Gatot-Nurmantyo
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (foto: detik/Rachman Haryanto)

harianpijar.com, JAKARTA — Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menyerahkan sepenuhnya kepada Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo untuk memilih, apakah akan bergabung mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin atau tidak. Bahkan, KIK tidak akan memaksakan Gatot Nurmantyo untuk menentukan dukungan politiknya.

“Kita kembalikan semuanya sama Pak Gatot,” kata juru bicara Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi, Jumat 14 September 2018.

Menurut Ace Hasan Syadzily,
Gatot Nurmantyo adalah mantan panglima TNI yang sudah pasti memiliki jiwa nasionalis. Bahkan, dirinya juga telah membuktikan kepada negara ingin meneguhkan NKRI tapi juga cinta kepada para Ulama.

Selain itu, rekam jejak mantan Panglima TNI itu membuat banyak pihak ingin bekerja sama dengan dirinya. Tak terkecuali dalam dunia perpolitikan.

Namun, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) memilih untuk tidak memaksa Gatot Nurmantyo dalam menentukan sikap dukungan politik.

“Jangan beliau diklaim-klaim oleh masyarakat juga akan masuk kemana,” ujar Ace Hasan Syadzily.

Sementara, menurut Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, hingga jelang penetapan pasangan capres-cawapres oleh KPU pada 20 September mendatang, komunikasi dengan seluruh kolega tetap berjalan. Bahkan, pilihan-pilihan politik bagi para tokoh tetap terbuka khususnya bagi yang ingin bergabung dengan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Lebih lanjut, ditegaskan Hendrawan Supratikno, ada tim khusus yang membangun kemitraan. Bahkan, tak terkecuali dengan Gatot Nurmantyo. Namun, dirinya tidak dapat menjelaskan seperti apa komunikasi yang sudah dibangun selama ini.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga menyatakan, pihaknya menyambut baik jika mantan Panglima TNI itu berkenan bergabung.

“Kami sambut baik jika Pak Gatot ingin masuk menjadi Timses. Namun, kalaupun pada akhirnya masuk ke mitra kompetisi (Prabowo-Sandiaga), itu hal yang baik pula,” kata Eriko Sotarduga.

Lebih lanjut, Eriko Sotarduga menjelaskan, dirinya menilai Gatot Nurmantyo telah memiliki pengalaman yang cukup luas. Bahkan, disatu sisi, dia juga pribadi yang mendapat banyak simpati dari berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, Gatot Nurmantyo juga punya kemampuan apik dalam menjalin hubungan. Hal itu tentu akan menambah kekuatan dari tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Selanjutnya, ditegaskan Eriko Sotarduga, soal pilihan politik berkaitan erat dengan keyakinan masing-masing pribadi. Bahkan, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tidak akan mempermasalahkan keputusan Gatot Nurmantyo. Karena itu, Koalisi Jokowi ingin menunjukkan sikap berdemokrasi yang baik dan tak ingin memperebutkan satu sosok untuk menjadi ketua tim kampanye.

“Ini kan pilihan. Bagaimanapun harus memilih. Inilah khazanah demokrasi yang indah,” tegas Eriko Sotarduga. (elz/rep).

loading...