Yusril-Ihza-Mahendra
Yusril Ihza Mahendra.

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Bulan Bintang (PBB) masih belum menentukan pilihan untuk bergabung ke salah satu dari dua kandidat yang muncul pada pemilihan presiden (Pilpres) 2018. Karena itu, masih membuka peluang mendukung pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH Maruf Amin.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor, partainya belum menentukan pilihan. Bahkan, partainya juga masih memungkinkan bergabung ke salah satu dari dua kandidat yang muncul.

“Karena itu, PBB masih membuka peluang mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang,” kata Afriansyah Noor belum lama ini, di Jakarta.

Sementara, pernyataan itu keluar menyusul ucapan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang membela Joko Widodo (Jokowi). Menurut Yusril Ihza Mahendra, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu berhenti atau cuti ketika maju sebagai calon presiden (Capres).

Sedangkan, menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyambut baik dukungan itu. Bahkan, dirinya juga menggagap dukungan itu diberikan karena hubungan baik yang terjalin antara Yusril Ihza Mahendra dengan Ketua Umum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Buktinya, PDI Perjuangan pernah memberikan dukungan moral saat Partai Bulan Bintang (PBB) melakukan verifikasi faktual di KPU RI.

“Ketika PBB saat itu di dalam proses verifikasi dan juga pencalegan kita lihat ada beberapa kendala, kami secara spontan membantu karena hubungan antara Mega dan Yusril sangat baik,” kata Hasto Kristiyanto yang juga Sekjen PDI Perjuangan itu saat dikonfirmasi, di Kantor TKN KIK, Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Selanjutnya, Sekretaris TKN pasangan Jokowi-Ma’ruf lainnya, Ahmad Rofiq juga mengatakan, dirinya yakin Yusril Ihza Mahendra memiliki keinginan untuk mendukung Jokowi-Maruf dalam ajang pesta rakyat lima tahunan itu.

“Bisa saja secara hati kecilnya Pak Yusril condong ke Pak Jokowi,” kata Ahmad Rofiq saat dikonfirmasi, ditempay yang sama.

Menurut Ahmad Rofiq, dukungan dari Yusril Ihza Mahendra akan menjadi hal yang menarik. Karena, Yusril Ihza Mahendra sendiri merupakan kuasa hukum mantan pengikut Hizbut Tharir Indonesia (HTI). HTI merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dibubarkan pemerintah melalui Perppu 2/2017 tentang Ormas.

“Menarik ini, kalau eks HTI itu kan berjuta-juta dia ikut Pak Yusril kan bagus,” kata Ahmad Rofiq yang juga Sekretaris jenderal Partai Perindo ini. [elz/rmo]

loading...