Sekjen-PSI-Raja-Juli-Raja-Juli-Antoni-di-kantor-Bawaslu
Sekjen PSI Raja Juli Antoni di kantor Bawaslu. (foto: Liputan6/Muhammad Radityo Priyasmoro)

harianpijar.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyatakan kekecewaannya terkait dengan pernyataan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Farhat Abbas yang menuai kontroversi dengan menyebut pemilih Jokowi akan masuk surga dan sebaliknya.

“Kami terus terang akan memberikan teguran internal ke Mas Farhat, ini bukan narasi Jokowi-Kiai Ma’ruf, jadi tentu masing-masing punya ekspresi sendiri tapi ini bukan narasi kampanye dari TKN Jokowi-Ma’ruf,” kata Raja Juli Antoni saat dikonfirmasi, di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Menurut Raja Juli Antoni, dirinya sangat kecewa dengan pernyataan Farhat Abbas yang dianggap tidak mewakili narasi kampanye Jokowi. Sebab, Jokowi-Ma’ruf Amin tidak ingin memainkan isu-isu agama atau sentimen primordial di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Namun, sebaliknya dirinya ingin menggalakkan demokrasi sejuk dan damai bisa terwujud.

“Kami tidak pernah memainkan isu-isu agama, membangun sentimen promordial, apalagi mengaitkan dengan aspek eskatologi akhirat. Ini soal duniawi kok,” ujar Raja Juli Antoni.

Lebih lanjut, ditegaskan Raja Juli Antoni, Farhat Abbas bukanlah juru bicara Jokowi-Ma’ruf Amin. Bahkan, menurutnya, posisi Farhat Abbas di Tim Kampanye Nasional (TKN) hanya sebagai anggota biasa saja.

“Farhat bukan jubir, yang jadi jubir Karding, Johan Budi, Ace, jadi Farhat tidak pada posisi jadi jubir tapi tim kampanye,” tegas Raja Juli Antoni. [elz/kum]

loading...