Raja-Juli-Antoni
Sekjen PSI Raja Juli Antoni. (foto: dok. PSI)

harianpijar.com, JAKARTA – Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP) menilai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni terlalu mencari muka ke rezim Joko Widodo (Jokowi) dengan melayangkan pernyataan sumir terhadap lawan politik Jokowi.

Salah satunya menuduh perkumpulan #2019PrabowoPresiden bersiasat busuk saat mendaftarkan legalitas badan hukum di Kemenkum HAM yang berujung keluarnya SK Menkumham dengan nomor AHU-0010834.AH.01.07.Tahun 2018.

Menurut Sekretaris Presidium Pusat Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP) Ricky Tamba, dirinya menyarankan dari pada sibuk mencari muka lebih baik Sekjen PSI (Raja Juli Antoni-red) mengajak kadernya turun ke pelosok desa untuk sosialisasi dan mengawal pelaksanaan program pembangunan pemerintah, sekaligus bisa membantu memecahkan problem konkrit rakyat.

“Kami mencatat berulangkali Sekjen PSI ini senangnya bikin gaduh. Jangan begitulah. Kalau mau cari muka ke rezim Jokowi, lebih keren top kekinian bila Toni kerahkan kader-kader milenialnya turun ke pelosok pedesaan,” kata Ricky Tamba dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 September 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Ricky Tamba, dirinya juga menyayangkan pernyataan Raja Juli Antoni soal perkumpulan #2019PrabowoPresiden bersiasat buruk. Bahkan, pihaknya curiga Sekjen PSI kurang membaca baca buku-buku hukum dan berbagai peraturan terbaru.

Selain itu, GNPP juga menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk menyambut pelaksanaan Pemilu 2019 dengan riang gembira dan semangat kekeluargaan walau berbeda pilihan politik.

“Kepada barisan relawan Prabowo-Sandi, terus berjuang bersama membela rakyat menjaga NKRI tercinta dengan cara mensosialisasikan #2019PrabowoPresiden sebagai slogan dan simbol perjuangan, menciptakan suasana pemilihan umum yang aman, damai dan tertib,” tegas Ricky Tamba. [elz/rmo]

loading...