Ferdinand-Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. (foto: dok. The Telegram)

harianpijar.com, JAKARTA – Sebagaimana diketahui, Gubernur Papua Lukas Enembe mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Partai Demokrat, sebagai partai tempat Lukas Enembe bernaung, ternyata memang mengizinkan kader-kadernya di Papua untuk mendukung Jokowi.

“Tidak ada sanksi (untuk Lukas Enembe), kan saya sudah jelakan barusan bahwa memang ada daerah yang akan kami berikan dispensasi khusus, mengingat di sana kader kami pun, seperti Papua, 92 persen menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi,” ujar Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 9 September 2018.

Ferdinand Hutahaean menjelaskan, Partai Demokrat tak ingin jika kader-kadernya di Papua tidak dipilih di pileg karena Partai Demokrat mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“Kami hormati itu, jadi kami tidak mau juga mengorbankan kader kami di sana yang nantinya jadi tidak dipilih rakyat pada saat pileg karena garis politiknya harus utuh ya. Jadi ada dispensasi, nanti kami akan pikirkan formulanya seperti apa yg tepat. Tapi jangan meninggalkan dukungan kepada Pak Prabowo sebagai capres yang telah kami dukung secara resmi,” terangnya.

Ferdinand Hutahaean menambahkan kader-kader di Papua sempat menggelar rapat dan hasilnya mereka menginginkan berkoalisi dengan Jokowi.

“Kami sedang pikirkan memang karena di sana (Papua) kader-kader kami mayoritas waktu melakukan rakorda memang menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi. Tetapi secara umum dari 34 provinsi yang melakukan rakorda, ada 23 provinsi yang meminta berkoalisi dengan Pak Prabowo,” kata Ferdinand Hutahaean.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan kader Partai Demokrat di Papua, termasuk yang menjabat sebagai bupati, sudah menyatakan dukungan ke Jokowi.

“Saya sudah sampaikan kepada Pak Sekjen (Demokrat), ini semua kader Demokrat baik bupati, semua dukung Jokowi. Sudah saya kasih tahu begitu,” kata Lukas Enembe di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

Dirinya bahkan mengaku siap menerima sanksi dari Partai Demokrat. Karena, bagi Lukas Enembe, politik adalah pilihan dan dirinya pun telah memilih Jokowi.

“Kita bilang Jokowi ya Jokowi,” pungkasnya. (nuch/det)

loading...