Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad. (foto: instagram/ustadzabdulsomad)

harianpijar.com, PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melakukan pemeriksaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS). Selain itu, Ustaz Abdul Somad (UAS) diperiksa sebagai saksi korban atas kasus dugaan penghinaan terhadap dirinya yang diduga dilakukan atas nama akun media sosial Facebook berinisial JB.

Menurut Ketua Tim Pengacara Ustaz Abdul Somad (UAS) Zulkarnain Nurdin, pemeriksaan dilakukan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau. Bahkan, Ustaz Abdul Somad (UAS) sendiri sudah memberikan keterangannya pada penyidik atas dugaan tindak pidana penghinaan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini (Sabtu-red) UAS sudah memberikan keterangannya pada penyidik atas dugaan tindak pidana penghinaan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang memiliki akun facebook JB,” kata Zulkarnain Nurdin saat dikonfirmasi, di Pekanbaru, Sabtu, 8 September 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Zulkarnain Nurdin, pemeriksaan berjalan lancar dengan ada sekitar 10 pertanyaan yang diberikan penyidik kepada kliennya. Bahkan, semua pertanyaan itu dijawab baik, lengkap, dan lancar oleh Ustaz Abdul Somad (UAS).

Selain itu, juga ada pemeriksaan terhadap tiga atau empat saksi lain, di antaranya ada dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru dan juga dari media massa.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah gelar perkara, lalu secepatnya dilimpahkan ke kejaksaan. Kalau sudah P21 ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukuman,” kata Zulkarnain Nurdin.

Selanjutnya, Zulkarnain Nurdin juga menjelaskan, dirinya juga mengapresiasi penyidik Polda Riau karena prosesnya cepat sekali sejak dilaporkan Kamis 6 September 2018 lalu.

“Ini, sesuai asas yang tertera di Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana yakni asas peradilan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan,” jelas Zulkarnain Nurdin.

Sementara, juga dikatakan Zulkarnain Nurdin, dirinya berharap pelaku dapat dihukum maksimal karena telah mencemarkan nama baik, menghina, membuat perasaan Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi tersakiti dan tidak nyaman. Hal tersebut sesuai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta.

Sedangkan sebelumnya, terduga pelaku JB membuat postingan hinaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan narasi keturunan dajjal. Bahkan, terduga pelaku dibawa ke Riau pada Rabu 5 September 2018 malam oleh Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru, setelah secara persuasif meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

Selain itu, menurut Zulkarnain Nurdin, kasus ini merupakan delik aduan, karena itu dirinya mengambil langkah melaporkan terduga pelaku penghinaan tersebut. Sementara, selama pemeriksaan, Ustaz Abdul Somad (UAS) didampingi dirinya dan tiga advokat lainnya yakni Aziun Asyari, Aspandiar, dan Wismar Haryanto dan turut mendampingi Ketua Bidang Agama Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Gamal Abdul Nasir. [elz/rep]