Tersangka Purwanto (30) saat dimintai keterangan oleh petugas Polres Pasuruan.

harianpijar.com, PASURUAN – Diduga melakukan pelecehan dan menghina Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Purwanto (30) pria asal Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ditangkap polisi.

“Sudah memenuhi unsur sebagai tersangka. Diduga melanggar pasal 45 UU No 19 tahun 2016, perubahan UU atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso kepada media, Jumat 7 September 2018.

Menurut AKP Budi Santoso, Purwanto (30) ditangkap dan diamankan polisi atas laporan pengurus PDIP, pada Selasa 4 September 2018 lalu. Selanjutnya, sehari kemudian Polisi melakukan penangkapan terhadap Purwanto (30) dan langsung menetapkan sebagai tersangka.

“Kami masih kembangkan kasusnya,” ujar Budi Santoso.

Lebih lanjut, ditegaskan Budi Santoso, Purwanto (30) melalui akun Facebook Wanto Adjie beberapa kali membagikan konten yang melecehkan bahkan diduga sengaja menghina partai dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

Bahkan, tersangka (Purwanto-red) kerap membagikan berbagai macam gambar atau perkataan yang pada intinya menghina dan menjelekkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Selain itu, tersangka juga mengakui akun itu miliknya dan mengakui perbuatannya. Menurut tersangka dirinya melakukan perbuatannya karena merasa tidak puas dengan pemerintah.

“Sementara ini, motifnya karena kecewa dengan gaya dan model kepemimpinan sekarang,” tegas Budi Santoso.

Sementara, menurut tersangka (Purwanto-red), dirinya hanya membagikan postingan.

“Saya hanya membagikan postingan dari grup Indonesia News dan Prabowo For NKRI, saya hanya membagikan saja,” kata Purwanto saat dikonfirmasi di Polres Pasuruan.

Sedangkan, untuk mempertanggungjawabkan perbutannya Purwanto (30) ditahan di Mapolres Pasuruan untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Selain itu, tersangka Purwanto (30) diduga melanggar pasal 45 UU No 19 tahun 2016, perubahan UU atas UU No 11 tahun 2008 tentang ITE. [elz/det]

loading...