Jokowi-1
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: dok. detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa menggerus elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Pasalnya, menurut Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman, dengan meningginya dolar dapat berimbas pada harga-harga kebutuhan pokok.

“Ya saya rasa ada pemilu, nggak ada pemilu namanya pemerintahan kalau nggak bisa memenuhi ekspetasi apalagi janji soal dolar begitu, pasti akan bermasalah. Kan itu akan berimbas dan sudah berimbas pada harga-harga. Jadi kita jangan ngomong pemilu, nggak ada pemilu pasti akan mempengaruhi (suara)” ujar Habiburokhman di Jalan Daksa no 10, Jakarta Selatan, Selasa, 4 September 2018.

Lebih lanjut Habiburokhman menuturkan meningginya nilai dolar sudah berdampak pada perekonomian masyarakat. Dirinya bahkan mengaku sudah mendapat keluhan dari para pedagang.

“Dari sisi ekonomi, masyarakat kan berharap banyak peningkatakan kualitas hidup, turunnya harga, nah kalau dolar naik segini, kita aja berasa apalagi yang di bawah. Di level advokat aja berasa, kemarin saya ke Mangga Dua pedagang ngeluh semua,” ungkap pria yang juga Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini.

Habiburokhman menambahkan nilai tukar rupiah terus merosot dan perekonomian tak juga membaik. Dirinya merasa yakin hal itu akan berpengaruh pada suara Jokowi.

“Kalau anda bilang terpengaruh, persepsi masyarakat terhadap pemerintah mengatasi persoalan hidup mereka pasti sangat berpengaruh,” tandasnya. (nuch/det)

loading...