Mardani-Ali-Sera
Mardani Ali Sera (baju putih). (foto: twitter/MardaniAliSera)

harianpijar.com, JAKARTA – GP Ansor Jawa Tengah meminta aparat membatalkan acara jalan sehat di Solo yang akan digelar pada Minggu, 9 September 2018. Pasalnya, Acara yang rencananya bakal dihadiri aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman dan Ahmad Dhani itu dikhawatirkan bakal ditunggangi oleh kepentingan politik.

Ketua DPP PKS yang juga inisiator #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera mengatakan hak GP Ansor jika tak setuju dengan acara jalan sehat tersebut. Namun, kata dia, bagi pihak yang beda pendapat, sebaiknya adu kreatifitas dukungan supaya saling berlomba.

“Itu haknya GP Ansor untuk pro dan kontra, tetapi paling nyaman GP Ansor monggo dibuat juga. Kita dibuat juga gitu lho. Sehingga masing-masing nanti ada kontestasi gitu,” ujar Mardani Ali Sera di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Menurut Mardani Ali Sera, pihaknya tidak akan melawan kubu yang kontra dengan gerakan #2019GantiPresiden. Pihaknya hanya fokus dengan tujuan dari gerakan #2019GantiPresiden.

“Nggak ada dari kami jegal ini jegal itu. Ini stand posisition kami loh kok mau diapain gitu,” sebutnya.

Mardani Ali Sera menuturkan, gerakan #2019GantiPresiden murni semangat masyarakat. Menurutnya, masyarakat kini sudah cerdas dan kritis dalam memilih.

“Sekarang ini gak ada ngikuti. Wong ini semangat perlawanan gitu. Untuk itu saya mengimbau Pak Jokowi bijaklah melihat gerakan ini, kalau nggak bijak penanganannya ini nanti eskalatif. Tapi kalau bijak, ini lama kelamaan ini akan moderasi masuk ke sistem yang berjalan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ketua GP Ansor Jateng Solahudin Aly sebelumnya mendesak aparat kepolisian untuk membatalkan acara jalan sehat yang rencananya dihadiri Neno Warisman dan Ahmad Dhani.

“Kita minta Polda untuk ambil langkah tegas. Mereka tahu persis situasi untuk segera batalkan,” ujar Solahudin Aly saat dikonfirmasi.

Menurut Solahudin Aly, penolakan itu atas dasar kekhawatiran adanya pihak yang menunggangi kegiatan jalan sehat di Solo.

“Kami tidak ingin Jateng tempat untuk kepentingan politik. Solo sensitif, polisi punya kewenangan,” katanya. (nuch/mer)

loading...