Kapitra-Ampera
Kapitra Ampera. (foto: Kompas/Akhdi Martin Pratama)

harianpijar.com, JAKARTA – Bacaleg PDIP yang juga alumni Aksi 212, Kapitra Ampera, meminta pihak yang pro dan kontra terhadap tagar #2019GantiPresiden untuk sama-sama menahan diri.

Dirinya mengaku prihatin dengan kisruh antara kedua belah pihak seperti yang terjadi di Pekanbaru, Riau.

“Saya prihatin dengan apa yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Karena mayoritas orang di situ saya kenal termasuk orang yang pro dan kontra. Mobil yang dipakai Neno (Neno Warisman) adalah mobil dari sahabat anak saya,” kata Kapitra Ampera di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 27 Agustus 2018.

Menurut Kapitra Ampera, obsesi Neno Warisman yang ingin mengganti presiden melalui gerakan itu berpotensi menimbulkan perpecahan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Karena itu, dirinya meminta Neno Warisman untuk menahan diri. “Saya imbau kepada Neno untuk cooling down,” ujar Kapitra Ampera.

Seperti diketahui, belakangan ini gerakan #2019GantiPresiden bermunculan di sejumlah daerah di Indonesia. Tapi di Riau, polisi tak memberi izin acara deklarasi gerakan tersebut digelar karena dinilai bisa menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. (nuch/rmo)