Jokowi-TGB
. (foto: instagram/tuangurubajang)

harianpijar.com, JAKARTA – Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bercerita saat dirinya menjadi makmum salat magrib yang diimami Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantas, apa kata TGB soal bacaan salat Jokowi?

Berdasarkan keterangan tertulis TGB yang tertulis di akun Instagram-nya, Selasa, 14 Agustus 2018, Jokowi menjadi imam salat magrib di salah satu lokasi pengungsian di Tanjung, Lombok, pada Senin, 13 Agustus 2018 kemarin.

Jokowi menunaikan salat setelah menjenguk, membagikan kerudung, buku, dan sembako kepada para korban gempa Lombok.

“Datanglah waktu magrib, beliau (Jokowi) ajak kami salat. Ajudan ingatkan, musala tidak layak dan air minum untuk wudu. Beliau tetap berkeras. Jadilah, kami salat di situ,” ujar TGB.

Shalat maghrib di mushola darurat ini tidak direncanakan. Mulanya, di jadwal Beliau (Presiden @jokowi) mendengar paparan di posko utama di Tanjung. Paparan baru berlangsung 5 menit, tiba-tiba Beliau gelisah, tengok saya lalu bilang, "Kita jenguk masyarakat saja, Tuan Guru". Saya tanya, Pak Presiden mau jenguk di lokasi mana? Beliau jawab, terserah Tuan Guru. Lantas semua kalang kabut. Naik mobil, lalu turun di salah satu lokasi dekat pinggir selokan. Bapak Presiden kemudian bincang-bincang dengan masyarakat yang ada, mendadak berkerumun mengelilingi Beliau, tanya ini-itu terkait kondisi terakhir sambil bagi-bagi kerudung, buku dan sembako. Setelah itu kembali ke tenda karena sudah menjelang malam. . . Di tengah jalan, mampir ke tempat pengungsi di tengah lapangan. Datanglah waktu maghrib, Beliau ajak kami shalat. Ajudan ingatkan, musholla tidak layak dan air minim untuk wudhu, Beliau tetap berkeras. Jadilah, kami shalat disitu. . . Tiga kali kali Pak Jokowi mempersilahkan saya jadi imam, "Ayo, Tuan Guru". Saya minta Beliau yang jadi imam. Menghormati tamu. Sekaligus ingin tahu bacaan shalat sehari-hari Beliau. Ternyata bacaan Beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca Surah Al-Humazah dan rakaat kedua membaca Surah Quraish. Habis shalat, zikir ditutup doa Beliau: Allohumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'anna. Lalu doa Ashabul Kahfi, "Rabbana aatinaa min ladunka.." dan ditutup dengan doa sapujagat. Terakhir mushafahah dengan jamaah. Terima kasih Bapak Presiden. Maghrib yang berkesan. Lombok 13 Agustus 2018. #tuangurubajangofficial #presidenjokowidodo #sholat #maghrib #berjamaah #berkesan #mushola #dadakan #pengungsian #kunjunganpresiden #nusatenggarabarat #segera #pulih #ntbindah #lombokindah #lombokutaraindah #rehabilitasi #rekonstruksi #pemulihan #badaipastiberlalu

A post shared by Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi (@tuangurubajang) on

Semua telah siap untuk mengerjakan salat magrib. Namun, ada satu yang belum dipastikan, yaitu siapa yang menjadi imam salat. TGB menuturkan Jokowi sendiri sempat memintanya untuk menjadi imam.

“Tiga kali kali Pak Jokowi mempersilakan saya jadi imam, ‘Ayo, Tuan Guru,'” ungkapnya menceritakan kembali saat Jokowi memintanya menjadi imam salat magrib kemarin.

Namun, TGB ingin tahu bacaan salat Jokowi. Dirinya pun mempersilakan Jokowi untuk menjadi imam. Ini juga karena TGB menghormati tamu.

Kemudian, Jokowi maju dan mulai menjadi imam. Maka terungkaplah bagaimana sang Presiden melafalkan bacaan salat, ayat demi ayat.

“Ternyata bacaan beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca Surah Al-Humazah dan rakaat kedua membaca Surah Quraish,” kata TGB.

Setelah salat, Jokowi menutup zikir dengan bacaan, “Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna.” Bacaan itu dilanjutkan dengan doa Ashabul Kahfi, “Rabbana aatinaa min ladunka….” dan ditutup dengan doa sapu jagat. Terakhir, mushafahah dengan jemaah.

“Terima kasih, Bapak Presiden. Magrib yang berkesan,” pungkas TGB mengakhiri ceritanya. (nuch/det)

loading...