ferdinand-hutahaen
Ketua Divisi Bidang Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean.

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrat mengatakan unggahan Andi Arief di media sosial tidak perlu dibawa ke ranah hukum. Bahkan, jika hal ini sampai ke meja hukum, seolah membuktikan bahwa koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 tidak solid.

Menurut Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, dirinya meminta kepada koalisi agar tidak perlu lagi mempermasalahkan unggahan Andi Arief di media sosial. Karena, ada agenda yang lebih penting daripada memperpanjang cuitan Andi Arief tersebut.

“Tugas yang lebih penting, yaitu menenangkan Prabowo-Sandi,” kata Ferdinand Hutahaean kepada media, Minggu, 12 Agustus 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Ferdinand Hutahaean, Andi Arief mengunggah status mengenai tuduhan mahar untuk memuluskan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto berdasarkan informasi yang diperolehnya secara pribadi. Bahkan, cuitan Wasekjen Partai Demokrat tersebut tidak bisa disebut mengatasnamakan partai.

Karena itu, jika masih ada pihak yang merasa dirugikan oleh unggahan Andi Arief di media sosial maka bisa langsung meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

“Pendapat tersebut bukanlah pendapat atau pernyataan partai atau mewakili partai,” tegas Ferdinand Hutahaean.

Sementara, menurut Ferdinand Hutahaean, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya juga disetujui oleh PAN dan PKS. [elz/rep].

loading...