Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: detik/Mochamad Zhacky Kusumo)

harianpijar.com, JAKARTA – Calon wakil presiden (Cawapres) yang diusung Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sandiaga Salahuddin Uno berniat untuk mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya dugaan mahar yang dialamatkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief pada dirinya.

Menurut Sandiaga Uno, dirinya menyikapi tuduhan tersebut sebagai dinamika politik yang biasa terjadi menjelang pemilihan presiden (Pilpres). Namun, baginya yang terpenting saat ini Partai Demokrat telah bergabung dalam koalisi De Facto bersama Gerindra, PKS, dan PAN.

Karena itu, dirinya berniat untuk mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi terkait rencana penggunaan dana yang diduga sebagai mahar tersebut. Bahkan, menurutnya uang tersebut sebenarnya akan digunakan sebagai dana kampanye.

“Ya uang itu untuk sebenarnya akan digunakan sebagai dana kampanye nantinya,” kata Sandiaga Uno usai menggelar pertemuan di kediaman Soetrisno Bachir di Jakarta pada Sabtu, 11 Agustus 2018 malam.

Lebih lanjut, ditegaskan Sandiaga Uno, dana yang disebut sebagai mahar itu dianggap oleh politisi parpol koalisi De Facto sebagai dana kampanye yang sah. Karena itu, dirinya juga perlu adanya masukan dari berbagai pihak termasuk Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).

Sementara sebelumnya, dalam cuitan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Sandiaga Uno telah membagikan mahar ke Partai keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing sebesar Rp500 miliar sehingga totalnya menjadi Rp1 triliun. Bahkan, menurutnya mahar tersebut diduga sebagai pelicin agar Sandiaga Uno bisa menjadi cawapres dari Prabowo Subianto. [elz/met].

loading...