Ratna-Sarumpaet
Ratna Sarumpaet (kacamata hitam). (foto: liputan6/Immanuel Antonius)

harianpijar.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan aktivis Ratna Sarumpaet mengkritik penunjukkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dengan mengungkit ‘Menolak Lupa Fatwa MUI’.

Menurut Johnny G Plate, jika Ratna Sarumpaet mengungkit ‘Menolak Lupa Fatwa MUI’ pihaknya juga menyarankan Ratna Sarumpaet juga ‘menolak lupa’ terhadap sejarah Prabowo Subianto selama berdinas di satuan TNI.

“Kalau melawan lupa, baiknya Ibu Ratna ngecek melawan lupa versi Pak Prabowo. Semua peristiwa-peristiwa militer dulu yang menggunakan kekuatan pada saat jadi perwira tinggi militer itu apa saja riwayatnya,” kata Johnny G Plate kepada media, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Johnny G Palte, tentu ada sejumlah prestasi yang ditorehkan Prabowo ketika menjadi perwira militer. Namun, dirinya meminta Ratna Sarumpaet tidak tutup mata terhadap peristiwa sejarah yang melibatkan mantan Danjen Kopassus itu hingga disidang melalui Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

“Pasti ada kehebatan-kehebatan ya kan. Termasuk juga mengecek proses sidang Dewan Kehormatan Perwira. Kan ada tuh di YouTube. Tanyakan juga kenapa tidak dilakukan mahmakah militer yang di Puspom. Tanya juga saksi-saksi yang dulu terlibat di DKP. Ada Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), juga di situ kan, ada Pak Agum Gumelar, Pak Fachrul Razi yang dulu jenderal-jenderal yang masuk DKP,” tegas Johnny G Plate.

“Buka semua file bagaimana cerita-cerita yang masih terekam di jejak digital media, bagaimana cerita di situasi terakhir pemerintahan Orba atau awal-awal reformasi. Jadi kalau mau semua disandingkan kebaikannya, rekam jejaknya, karya-karya untuk negara, termasuk penugasan-penugasan negara yang pernah dilakukan,” lanjut Johnny G Plate.

Selanjutnya, Johnny G Plate juga menjelaskan, dirinya juga berharap Ratna Sarumpaet tidak hanya mempertanyakan pencalonan Ma’ruf Amin. Karena itu, dirinya menyarankan Ratna Sarumpaet meluangkan waktu untuk memelajari semua paslon di Pilpres 2019: Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Jadi kalau mau bikin begitu, bikin yang baik semuanya dengan cara yang benar. Jangan pakai opini, tapi pakai data. Bagus juga kalau bertanya soal keempatnya, tanyakan semua, jadi tahu semuanya untuk memilih. Demokrasi harus begitu. Kami menyarankan tanya semuanya, agar masyarakat tidak seperti memilih kucing dalam karung,” jelas Johnny G Palte.

Sementara, menurut anggota Dewan Pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi menilai, soal kritik usia Ma’ruf Amin yang dilontarkan Ratna Sarumpaet hal tersebut tak relevan. Karena, Ma’ruf Amin justru melengkapi Joko Widodo (Jokowi) dalam sisi kedewasaan berpolitik.

“Sisi wise dari pak Ma’ruf Amin untuk melengkapi. Beliau juga bukan ulama salaf biasa, tapi ulama salaf plus,” kata Taufiqulhadi.

Bahkan, ditegaskan Taufiqulhadi, dirinya juga menilai Ma’ruf Amin sebagai sosok ideal untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi). Sebab, Ma’ruf Amin punya keahlian di bidang ekonomi.

“Karena dia juga bisa dianggap teknokratis, beliau punya keahlian yang dibutuhkan. Beliau ahli masalah ekonomi syariah. Latar belakang pendidikan beliau adalah ekonomi syariah. Maka ketika beliau bicara ekonomi keuatan, ini orangnya. Ekonomi kan sekarang persoalan penting. Jadi beliau ini ulama dan teknokratis,” tegas Taufiqulhadi.

Sementara, Ratna Sarumpaet menyampaikan kritik terhadap Ma’ruf Amin yang dipilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres. Hal itu disampaikan Ratna lewat akun Twitter @RatnaSpaet.

Dalam salah satu cuitannya, Ratna Sarumpaet mengunggah ‘Menolak Lupa Fatwa MUI’ yang ramai dibahas netizen. Bahkan, dirinya juga menyertakan foto Ma’ruf Amin dan tangkapan layar artikel soal Fatwa MUI tak boleh pilih pemimpin ingkar janji.

Kemudian, Ratna Sarumpaet juga mempertanyakan alasan Joko Widodo (Jokowi) memilih Ma’ruf Amin. Salah satu alasan lainnya, Ma’ruf Amin dinilai terlalu tua.

“Ya buat apa Ma’ruf Amin diambil sebagai wapres, secara usia uzur sakit pula, sakit jantung, lemah jantung kan dia. Orang boleh dong, aku bertanya-tanya dong, di politik kan mau apa,” cuit Ratna Sarumpaet. [elz/det].

loading...