ma'ruf
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

harianpijar.com, LEBAK – Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashiro Rangkasbitung, Muhammad Husen meniliai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin yang dipilih menjadi calon wakil presiden (Cawapres) sebagai pendamping calon presiden (Capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) mampu membangkitkan ekonomi keumatan guna pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kami yakin Ma’ruf Amin sebagai pendamping Presiden Joko Widodo atau Jokowi mampu membangkitkan ekonomi keumatan,” kata Muhammad Husen di Lebak, Banten, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Menurut Muhammad Husen, keputusan Joko Widodo (Jokowi) memilih Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden pendampinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat arus bawah. Bahkan, konsep pemberdayaan ekonomi keumatan akan menjadi fokus pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin jika terpilih pada Pilpres 2019.

Selama ini, sistem perekonomian di Indonesia belum adil dan berpihak kepada pengusaha besar atau konglomerat. Sebab itu, Ma’ruf Amin diharapkan akan mampu membangun ekonomi keumatan melalui kebijakan yang berpihak terhadap masyarakat.

Lebih lanjut, ditegaskan Muhammad Husen, pengusaha besar dipastikan dilarang untuk menguasai rantai ekonomi mulai hulu sampai ke hilir. Kebijakan itu, nantinya para pengusaha besar wajib bermitra dengan pelaku usaha kecil yang berkembang di masyarakat.

Sementara, pelaku usaha masyarakat di antaranya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri kecil menengah (IKM) dan koperasi dapat ditampung oleh pengusaha besar.

“Kami optimistis melalui kemitraan dipastikan pelaku usaha kecil menjadi kuat sehingga menggulirkan perekonomian masyarakat arus bawah,” tegas Muhammad Husen.

Selanjut, Muhammad Husen juga menjelaskan, untuk membangkitkan ekonomi keumatan, pelaku usaha kecil harus diberikan kemudahan untuk menerima penguatan modal dari lembaga keuangan maupun bank milik pemerintah.

“Mereka pelaku usaha kecil tersebut juga mengembalikan bunga angsuran relatif kecil,” jelas Muhammad Husen.

Selain itu, dikatakan Muhammad Husen, selama ini pelaku UMKM, IKM dan Koperasi di Tanah Air sangat kuat dari ancaman ekonomi global. Bahkan, pelemahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar secara langsung tidak berdampak terhadap pelaku usaha kecil.

Namun, sebagian besar pelaku usaha masyarakat tidak menggunakan bahan baku impor. “Kami yakin Maruf Amin mampu membangun ekonomi keumatan,” tandas Muhammad Husen. [elz/rep].

loading...