Andi-Arief
Andi Arief. (foto: Net)

harianpijar.com, JAKARTA – Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Zainal Arifin Muchtar meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menindaklanjuti pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima uang mahar senilai Rp500 miliar dari Sandiaga Uno.

“Menurut saya, KPU harus memanggil Andi Arief. Karena ini masalah serius. Terkait pelanggaran pemilu,” kata Zainal Arifin Muchtar usai bersilaturahmi di rumah Mahfud MD, Jumat, 10 Agustus 2018 malam.

Menurut Zainal Arifin Muchtar, pernyataan Andi Arief musti diusut tuntas. Karena penting dilakukan disaat negara Indonesia ini tengah membangun sistem demokrasi yang lebih baik.

“Kejadian seperti ini (pemberian mahar uang dalam pemilu) sering dibicarakan saat proses negosiasi. Tetapi tidak pernah dibuktikan. Padahal ada pasal yang mengatur tentang itu,” ujar Zainal Arifin Muchtar.

Lebih lanjut, ditegaskan Zainal Arifin Muchtar, adanya pasal tentang mahar politik atau money politik ini harus ditegakkan. Sehingga penyelenggaraan pemilu bisa berjalan dengan demokratis.

“Harus dikejar. Karena walau hanya dibicarakan tetapi pernyataan uang Rp 500 miliar untuk masing-masing partai itu penting. Ada implikasinya jika terbukti. Salah satunya pembatalan calon,” tegas Zainal Arifin Muchtar¬† yang juga Dosen Hukum UGM ini. [elz/mer].

loading...