Prabowo-Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (foto: screenshot facebook/PrabowoSubianto)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief merasa kaget kata ‘jenderal kardus’ yang dia cuitkan bisa menjadi viral. Bahkan, dirinya ingin menjelaskan apa makna kardus yang dirinya maksud.

“Saya juga kaget itu bisa jadi viral. Yang saya maksud jenderal kardus itu kardus itu kan gampang dilipat-lipat, gampang dibuat bentuk a, format b, format c,” kata Andi Arief di depan kediaman Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Menurut Andi Arief, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berlatar belakang mantan jenderal semestinya keras pendirian. Namun, meskipun keras seorang jenderal harus memiliki perhitungan matang dalam mengambil keputusan.

“Harusnya jadi seperti batu gitu, keras pendirian terhadap sesuatu tapi punya hitungan. Itulah seorang jenderal menurut saya,” ucap Andi Arief.

Lebih lanjut, ditegaskan Andi Arief, dirinya sedari awal menyesalkan keputusan mantan Danjen Kopassus itu menggandeng Sandiaga Uno untuk berlaga di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Namun, dirinya menilai Prabowo Subianto telah terpengaruh atau sedang bereksperimen.

“Jadi jangan gampang dipengaruhi hal-hal lain yang mempengaruhi kemenangan. Mungkin Pak Prabowo yakin dengan eksperimen dia, bahwa logistik lebih menjamin kemenangan ketimbang elektabilitas. Kalau Demokrat elektabilitas menentukan kemenangan, logistik hanya alat,” tegas Andi Arief. [elz/det].

loading...