Andi-Arief
Andi Arief. (foto: Net)

harianpijar.com, JAKARTA – Sehari jelang Prabowo Subianto mengumumkan cawapres pada Kamis, 9 Agustus 2018, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief melemparkan tudingan yang menyebut Sandiaga Uno membayar PKS dan PAN masing-masing Rp 500 miliar. Terkait hal itu, PKS akan tetap melaporkan dan memperkarakan tudingan Andi Arief tersebut.

“Tudingan Andi Arief itu tidak benar. Itu fitnah,” ujar Juru Bicara PKS Muhammad Kholid pada diskusi ‘Polemik: Melodramatik Capres-Cawapres’ di Cikini, Jakarta, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Lebih lanjut Muhammad Kholid mengatakan, PKS mengimbau Andi Arief untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik. Karena, menurutnya, tudingan itu menyangkut citra partai politik lain.

“Meskipun PKS dan Partai Demokrat dalam koalisi yang sama dan secara institusi sudah selesai, tapi jika Andi Arief secara pribadi tidak minta maaf, PKS akan tetap memprosesnya secara hukum,” sebutnya.

Menurut Partai Demokrat, tambah Muhammad Kholid, pernyataan Andi Arief merupakan pernyataan pribadi, PKS dapat menerimanya. Hanya saja, kata dia, Andi Arief harus meminta maaf kepada publik.

“PKS juga akan melakukan klarifikasi langsung kepada Andi Arief untuk mendengarkan penjelasannya,” tegasnya.

Di sisi lain, Waketum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan pernyataan Andi Arief soal mahar adalah pernyataan pribadi. Dirinya menyebut Partai Demokrat dan PKS secara institusi tidak ada masalah. Apalagi, kedua partai berada dalam koalisi yang sama.

“Kalau PKS ingin memperkarakannya atas nama pribadi Andi Arief, silakan saja,” tandasnya. (nuch/rep)

loading...