Ahmad-Basarah
Ahmad Basarah. (foto: dok. MPR)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meyakini pasangan capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin dapat menarik suara milenial di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah, sebab generasi milenial disentuh bukan dengan fisik pemimpin yang milenial. Bahkan, suara milenial jangan diterjemahkan pada ketertarikan generasi muda tersebut dari segi usia, melainkan harus dipahami dan dipersepsikan pada produk-produk kebijakan.

“Cara Pak Jokowi memimpin, berpenampilan dan mengambil kebijakan itu betul-betul menggambarkan harapan bagi generasi milenial. Bagaimana tidak, Pak Jokowi menyiapkan infrastruktur jalan, kemudian menyiapkan infrastruktur lain yang itu bisa dinikmati generasi milenial lima sampai sepuluh tahun mendatang,” kata Ahmad Basarah saat menghadiri pengajian bulanan di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018 malam.

Lebih lanjut, ditegaskan Ahmad Basarah, mungkin bagi kepentingan politik praktis prioritas program infrastruktur tidak menguntungkan elektabilitas jangka pendek Joko Widodo (Jokowi).

Namun, Joko Widodo (Jokowi) lebih memikirkan generasi lima hingga sepuluh tahun yang akan datang. Karena, kalau tidak disiapkan infrastruktur ekonominya mereka akan kesulitan pekerjaan, ekonomi tidak bergerak, dan lain sebagainya.

“Pemahaman ini yang harus kita bangun bahwa generasi milenial disentuh bukan hanya dengan fisik pemimpin yang milenial,” tegas Ahmad Basarah.

Selanjutnya, Ahmad Basarah juga menjelaskan, bisa saja fisiknya generasi milenial tapi cara berpikirnya semata-mata hanya untuk memperkaya diri. Bagaimana meningkatkan status sosial di tengah masyarakat.

“Orang muda tapi pikirannya ketika berkuasa, ketika memerintah pikirannya bagaimana cepat memperkaya diri. Bagaimana menginginkan berkuasa, itu merugikan generasi milenial,” jelas Ahmad Basarah. [elz/sua].

loading...