Kombes-Argo-Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (foto: NET/Luther Hutagaol)

harianpijar.com, JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memastikan sepanjang masa pemilihan presiden (Pilpres) 2019 penyelidikan tuduhan pencurian dan penggelapan saham senilai Rp 20 miliar oleh Sandiaga Uno, sementara di stop. Tuduhan tersebut berasal dari pelaporan oleh Fransiska Kumalawati Susilo ke Polda Metro Jaya pada akhir Juli 2018 lalu.

Namun, pada hari yang sama Sandiaga Uno mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang  berpasangan dengan Ketua Umum Parta Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

“Tunggu selesai nyapres,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Agustus 2018 malam.

Menurut Argo Yuwono, selesai proses pilpres nanti kasus dibuka kembali. Bahkan, penangguhan pengusutan hukum untuk seseorang yang sedang mengikuti kontestasi elektoral politik ini mengikuti Peraturan Kapolri 2014.

Selain itu, dikatakan Argo Yuwono, kepastian adanya penangguhan penyelidikan untuk kasus yang menyeret Sandiaga Uno juga disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta.

“Ada aturannya dan hanya dalam proses pencapresannya saja (pengusutan) berhenti,” kata Nico Afinta.

Sementara. dalam laporannya Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandiaga Uno telah menggelapkan saham PT Japirex dan hasil penjualan saham perusahaan. Bahkan, dirinya menuduh Sandiaga Uno telah mengalihkan 40 persen saham PT Japirex yang dititip kepadanya pada 17 Mei 2001.

Selain itu, pengalihan saham tak diketahui Edward Seky Soeryadjaya, suami Fransiska Kumalawati Susilo  selaku pemilik perusahaan. Karena itu, atas penjualan atau penggelapan itu Fransiska Kumalawati Susilo mengklaim suaminya Edward Seky Soeryadjaya merugi Rp 20 miliar.

Kemudian, pelaporan oleh Fransiska Kumalawati Susilo ini adalah yang kedua kalinya dan pelaporan pertama tentang penjualan lahan di Curug, Tangerang, senilai Rp 12 miliar. Bahkan, pelaporan yang pertama telah sempat menyeret rekan bisnis Sandiaga Uno ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya, kasus yang pertama ini berujung kepada pencabutan laporan oleh Fransiska Kumalawati Susilo. Hal ini dilakukannya setelah tersangka mengembalikan kerugian sebesar Rp 3,4 miliar. [elz/temp].

loading...