Yusuf-Muhammad-Martak
Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak (tengah). (foto: dok. aktual)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan pihaknya akan menggelar Ijtima Ulama II dalam waktu dekat. Bahkan, Ijtima Ulama II yang akan dilangsungkan pekan depan untuk memutuskan dukungan pada capres-cawapres di Pilpres 2019.

“Insyaallah awal minggu depan ya. Kami tidak akan berlama-lama karena ini sudah bukan hanya wilayah antara GNPF dengan koalisi partai. Tapi ini sudah menjadi hajat, dan hak martabat masyarakat banyak. Jadi kami harus benar-benar menggelar Ijtima Ulama II yang menguntungkan semua pihak,” kata Yusuf Muhammad Martak saat dihubungi, Jumat, 10 Agustus 2018.

Menurut Yusuf Muhammad Martak, Sandiaga Uno yang dipilih Prabowo Subianto sebagai calon wakil presidennya dinilai bukan pilihan buruk. Pasalnya, Sandiaga Uno juga sosok yang direkomendasikan ulama dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 bersama dengan Anies Baswedan.

Karena itu, setelah ada keputusan dari Ijtima Ulama II, dapat memberi kepastian kepada masyarakat apa yang direkomendasikan ulama dan tokoh nasional.

“Mana lebih bagus, kami putuskan atau ulama yang putuskan,” ujar Yusuf Muhammad Martak.

Lebih lanjut, ditegaskan Yusuf Muhammad Martak, mekanisme keputusan dalam ijtima ulama adalah hasil diskusi secara terbuka tanpa ada sistem pengambilan suara atau voting.

Sementara, menurut Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang juga aktivis GNPF Ulama, Muhammad Al-Khaththath, dirinya mengapresiasi atas dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden dari calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Justru kami lebih semangat lagi. Karena ditambah ulama, berarti menjadi lawan yang lebih tangguh,” kata Al-Khaththath dalam acara bincang-bincang yang sama.

Lebih lanjut, ditegaskan Al-Khaththath, pihaknya tetap mendukung Prabowo Subianto sebagai capres untuk Pilpres 2019 sesuai dengan rekomendasi Ijtima Ulama I pada 27 Juli 2018.

“Ini tinggal meyakinkan kepada umat saja, lebih mana yang meyakinkan lebih kuat kepada umat ganti atau tidak ganti,” tegas Al-Khaththath.

Selanjutnya, Al-Khaththath juga menjelaskan, dirinya juga memuji Sandiaga Uno sebagai mitranya dalam Gerakan Salat Subuh Bersama saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sementara, soal akan digelarnya Ijtima Ulama II itu dikabarkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Pria yang menjadi Pembina GNPF Ulama itu mengabarkan soal Ijtima Ulama II lewat akun Twitter-nya, @RizieqSyihabFPI.

Rizieq Shihab menyerukan agar anggota FPI, GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 dan segenap organisasi sayapnya untuk tenang menyikapai kondisi politik saat ini.

“Tetap istiqomah dalam satu komando ulama,” kata Rizieq Shihab dalam pesan gambar yang dipostingnya, Jumat, 10 Agustus 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Rizieq Shihab, dirinya juga meminta semua agar memberikan kesempatan yang lapang kepada para habaib dan ulama untuk melakukan ijtihad politik melalui Ijtima Ulama II. Karena, Ijtima Ulama II itu untuk menjaga kemaslahatan agama, bangsa dan negara.

“Selama proses ijtihad politik berjalan, diserukan kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau melakukan perbuatan apapun yang merendahkan harkat dan martabat pihak manapun,” kata Rizieq Shihab soal rencana ijtima untuk menentukan sikap jelang Pilpres 2019 itu. [elz/cnn].

loading...