Yusril-Ihza-Mahendra-1
. (foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dalam akun Instagram-nya, @yusrilihzamhd, menyatakan tidak akan mendukung salah satu pasangan calon di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“PBB tidak mencalonkan atau mengusung pasangan manapun dalam Pilpres 2019,” kata Yusril Ihza Mahendra seperti dikutip dalam akun Instagram-nya, Jumat, 10 Agustus 2018.

Menurut Yusri Ihza Mahendra, keputusan untuk tidak mendukung salah satu calon itu dikarenakan para paslon menggunakan hitung-hitungan kursi DPR yang didapat dalam Pileg 2014, bukan suara sah secara nasional.

Karena itu, PBB tidak bisa mengusung salah satu kandidat, karena tak memiliki kursi di DPR. Diketahui pada saat pemilihan legislatif (Pileg) 2014, PBB hanya mendapat suara 1,46 persen, sedangkan ambang batas parlemen saat itu 3,5 persen.

“Pencalonan dua pasangan calon sebagaimana telah kita ketahui, dua-duanya menggunakan kursi, bukan suara sah secara nasional. Dengan digunakannya cara ini, maka PBB tidak dalam posisi dapat mencalonkan atau mengusung pasangan calon,” ujar Yusri Ihza Mahendra.

Lebih lanjut, ditegaskan Yusril Ihza Mahendra, keputusan tidak mendukung salah satu paslon tersebut juga dikarenakan Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto tidak pernah mengajak PBB untuk mendukung keduanya. Bahkan, dirinya memahami tidak ada ajakan mendukung itu disebabkan PBB tidak memiliki kursi di DPR.

“Kalau mereka sendiri tidak pernah mengajak kita untuk mendukung mereka, untuk apa kita capek-capek mendukung salah satu dari mereka. Mereka tidak mengajak PBB itu wajar saja karena kita tidak punya kursi di DPR sekarang,” tegas Yusril Ihza Mahendra.

“Kedua pasangan capres/cawapres tidak memperhitungkan kita. Kalau orang lain menganggap kita tidak penting, janganlah kita ge’er merasa diri kita penting. Kita tidak perlu menjadi seperti orang menderita sakit jiwa merasa diri kita penting dan besar (megalomania), padahal kenyataannya kita tidak seperti itu,” lanjut Yusril Ihza Mahendra.

Selanjutnya, Yusril Ihza Mahendra juga menjelaskan, dirinya meminta para kader untuk fokus dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019 agar PBB bisa melewati ambang batas parlemen 4 persen. Bahkan, dirinya juga ingin para kader bekerja keras agar bisa eksis di DPR dan kembali diperhitungkan.

“Untuk Pilpres, jangan banyak menyita waktu kita, karena tidak akan ada manfaat apapun yang kita peroleh dari Pilpres ini. Demikian pendapat saya,” jelas Yusril Ihza Mahendra. [elz/kum].