Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad. (foto: instagram/ustadzabdulsomad)

harianpijar.com, JAKARTA – Ijtima Ulama merekomendasikan Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Salim Segaf Al-Jufri sebagai cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun, Abdul Somad sendiri menolak menjadi cawapres.

Terkait hal itu, Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan sikap UAS yang menolak sebagai cawapres tersebut menunjukan sikap sebagai ulama yang rendah hati serta tidak berambisi mengejar jabatan dan kekuasaan.

“Jawaban itu harus kita lihat dari sudut pandang ulama rabbani, UAS mendukung Habib Salim begitupun sebaliknya dalam beberapa kesempatan Habib Salim mendorong UAS untuk maju,” ujar Yusuf Muhammad Martak dalam siaran pers-nya, Minggu, 5 Agustus 2018.

Menanggapi hal itu, GNPF Ulama akan terus memantau perkembangan yang terjadi hingga batas akhir pendaftaran pilpres pada 10 Agustus 2018.

“Ini kan di lapangan dinamis sekali, kami akan terus pantau dan bergerak. Insya Allah kami akan kawal terus amanah para ulama. Lobi-lobi juga terus kami lakukan,” kata Yusuf Muhammad Martak.

Yusuf Muhammad Martak mengaku bertemu dengan UAS terkait rekomendasi Ijtima Ulama pekan lalu. Dalam pertemuan itu, UAS berharap Salim Segaf Al-Jufri bersedia menerima rekomendasi tersebut.

Menurut Yusuf Muhammad Martak, UAS merasa Salim Segaf Al-Jufri lebih layak dan lebih mampu dibandingkan dirinya.

“UAS menjanjikan apabila terjadi deklarasi Pak Prabowo dan Habib Salim, maka UAS akan terbang ke Jakarta, ikut dalam deklarasi. Setelah itu beliau akan memberikan dukungan sepenuhnya pada pasangan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, sempat beredar foto sejumlah ulama dengan UAS. Yusuf Muhammad Martak mengatakan pertemuan GNPF Ulama dengan UAS terjadi di Palembang setelah mengisi tabligh akbar.

“Berlangsung tidak begitu lama sekitar 1 jam lebih tapi penuh kehangatan. Sengaja kami tak berlama-lama karena UAS akan segera mengisi tabligh akbar dan kami sama sama belum makan siang,” pungkasnya. (nuch/rep)