Ahmad-Rofiq
Ahmad Rofiq. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai besutan Hary Tanoesoedibjo, Partai Perindo, menyindir koalisi Prabowo Subianto. Menurut Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, koalisi Joko Widodo (Jokowi) berada selangkah lebih maju jelang pendataran Pilpres 2019.

“Saya kira kelompok sebelah masih terjadi tarik menarik ya,” kata Ahmad Rofiq di gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Lebih lanjut Ahmad Rofiq menyoroti koalisi Prabowo Subianto yang belum mencapai kesepakatan soal cawapres. Diketahui, PAN yang kerap ikut pertemuan koalisi Prabowo Subianto hingga kini belum menyatakan sikap resmi. Sedangkan PKS masih ngotot meminta Prabowo Subianto memilih kadernya sebagai cawapres.

Terkait hal itu, Ahmad Rofiq mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan koalisi Jokowi yang disebutnya sudah solid.

“Menurut saya kita menunggu saja, tapi koalisi (Jokowi) sudah firmed dan percaya diri tidak akan terjadi masalah apa pun. Kami sudah melangkah lebih maju dari mereka,” ujarnya.

Menurut Ahmad Rofiq, partainya menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi soal cawapres. Partai Perindo juga tak mau ambil pusing mengenai tantangan kubu Prabowo Subianto yang meminta Jokowi segera mengumumkan cawapres.

“Kalau soal pengumuman capres cawapres itu kan menjadi hak prerogatif Pak Jokowi ya, jadi kita di koalisi sifatnya menunggu kapan yang terbaik. Jadi menunggu waktu saja tapi perangkat pemenangan disiapkan sejak dini,” jelas Ahmad Rofiq.

Selain itu, dirinya juga memastikan Partai Perindo tidak akan mengubah arah dukungan. Diketahui, pada Pilpres 2014 lalu, Partai Perindo merupakan pendukung Prabowo Subianto.

“Kalau sudah datang lagi ke sini tidak berpikir pindah ke kubu sebelah,” tegasnya.

Malam ini sembilan sekjen parpol pendukung Jokowi menggelar rapat tertutup di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Rapat itu juga membahas soal tim sukses.

Sempat telat, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen Partai Hanura Herry Lontung Siregar masing-masing datang sekira pukul 20.10 WIB dan 20.30 WIB. (nuch/det)