Tommy-Soeharto
Tommy Soeharto. (foto: dok. Bisnis Surabaya)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dalam pidatonya mengatakan pemerintahan pascareformasi justru yang membuat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) semakin parah. Namun, usai berpidato beragam serangan ditujukan ke anak dari Presiden Soeharto itu.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, dirinya menilai kritik yang disampaikan Tommy Soeharto itu merupakan hal yang biasa. Namun, disayangkan justru perundungan yang ditujukan ke ketua umumnya terkait pidatonya itu.

“Menanggapi balik kritikan dan serangan balik dari tokoh politik khusus koalisi pemerintah. Kami kritik masak enggak boleh, ini kan boleh demi perbaikan ke depan. Ini malah di-bully,” kata Priyo Budi Santoso, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat 3 Agustus 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Priyo Budi Santoso, beragam komentar memang ditujukan ke Tommy Soeharto usai menyampaikan pidatonya. Bahkan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Ketua Umum Partai Berkarya berkaca pada era Orde Baru. Karena, utang luar negeri era Orde Baru juga besar dan terjadi krisis moneter berkepanjangan.

Selain itu, Partai Hanura juga meminta Tommy Soeharto untuk tidak sembarangan bicara.

“Kritikan (di) pidato Pak Ketum (Tommy) apa yang salah? Kami berikan beberapa fakta, bahwa Pak Ketum berikan solusi bahwa arah reformasi harus ada perbaikan,” tegas Priyo Budi santoso yang mantan politikus Partai Golkar itu. [elz/med].

loading...