Prabowo-Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (foto: screenshot facebook/PrabowoSubianto)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Hakim mengatakan pihaknya akan mendukung keputusan Prabowo Subianto soal cawapresnya di Pilpres 2019. PKS akan tetap bersama Prabowo Subianto meski kadernya tak dipilih sebagai cawapres.

“Mana saja yang dipilih Pak Prabowo, PKS siap beri dukungan. Habib Salim dan UAS sama saja. Mana yang dipilih Prabowo, kami dukung,” ujar Abdul Hakim seperti dilansir dari Republika, Jumat, 3 Agustus 2018.

Sebelumnya Ijtima Ulama GNPF merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai cawapres Prabowo Subianto. Abdul Hakim mengatakan PKS akan memperjuangkan rekomendasi tersebut.

Menurutnya, Salim Segaf Al-Jufri memiliki nilai plus karena juga masuk dalam bursa cawapres PKS. Karena itu, jika Prabowo Subianto memilih UAS, partainya akan membawa hal tersebut ke Majelis Syuro PKS. Sebab, kata dia, nama UAS belum pernah dibahas dalam internal PKS.

Meski demikian, Abdul Hakim tak mau berkomentar andai Prabowo Subianto memilih cawapres di luar nama yang direkomendasikan Ijtima Ulama atau sembilan nama kandidat cawapres yang diajukan PKS.

“Jangan berandai-andai dulu. Sekarang kami fokus kepada yang riil-riil saja. Kami sudah bicara koalisi untuk jangka panjang,” kata dia.

Abdul Hakim menegaskan, PKS sudah membangun koalisi dengan Partai Gerindra sejak lama. Tak hanya di Pilkada 2018, tapi juga untuk Pilpres 2019.

Dirinya menambahkan negosiasi dengan partai koalisi Prabowo Subianto, termasuk PAN dan Partai Demokrat, juga berjalan dengan lancar. Abdul Hakim mengklaim PKS tidak memiliki keraguan dalam negosiasi yang masih berlangsung.

Selain itu, dikatakan Abdul Hakim, pembahasan juga tidak perlu terburu-buru, meski pendaftaran Pilpres 2019 mulai dibuka pada Sabtu, 4 Agustus 2018, besok. Menurutnya, masih ada waktu hingga batas penutupan pada Jumat, 10 Agustus 2018.

Abdul Hakim menilai setiap parpol masih membutuhkan waktu untuk saling memahami argumen masing-masing agar bisa mengasilkan suatu kesepakatan yang terbaik.

“Koalisi itu kan banyak namanya. Tentu kita bisa mencari mana yang dicari masyarakat. Intinya PKS bersama suara umat, ulama, habaib, dan para tokoh bangsa,” pungkasnya. (nuch/rep)