ustaz-abdul-somad
Ustaz Abdul Somad (UAS).

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Amanat Nasional (PAN) berpendapat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Salim Segaf Al Jufri akan kalah jika Ustaz Abdul Somad (UAS) bersedia untuk maju dalam kancah politik Indonesia.

“Kalau UAS bersedia peluangnya lebih besar, karena yang lain (koalisi) juga tampaknya akan mengerucut ke dia,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo saat dikonfirmasi media, Rabu, 1 Agustus 2018.

Menurut Dradjad Wibowo, jika saja UAS bersedia untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo akan sangat mudah. Karena, UAS akan lebih bisa diterima baik oleh internal partainya maupun partai koalisi.

“Saya rasa semuanya sepakat, UAS lebih bisa diterima, cuma kan kita dengar beliau (UAS) masih gamang. Kita lihatlah masih ada beberapa hari,” ujar Dradjad Wibowo.

Sementara, UAS sendiri dengan tegas menolak untuk berkecimpung dalam pemerintahan dan dunia politik. Bahkan, dirinya akan tetap meneruskan jalan dakwah seperti yang sudah dilakoninya selama ini.

Selanjutnya, hingga saat ini yang direkomendasikan GNPF Ulama tinggal nama Salim Segaf Al-Jufri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, sebagian pihak menilai jika eletabilitas Ketua Majelis Syuro PKS tersebut kalah tinggi bila dibandingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari partai Demokrat.

Lebih lanjut, ditegaskan Dradjad Wibowo, perlu adanya pembicaraan bersama dengan parpol koalisi. Serta perhitungan yang lebih matang untuk keduanya siapa yang paling memungkinkan untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo.

“Itu termasuk bagian yang dibicarakan, beliau kan (Salim) memang pimpinan lembaga besar jadi harus dipertimbangkan juga,” tgas Dradjad Wibowo.

Sementara, akhir-akhir ini para ketua umum parpol semakin rajin saling bersilaturahim. Bahkan, pertemuan-pertemuan tersebut akan semakin intens hingga tiba saatnya pendaftaran capres cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibuka pada 4 sampai 10 Agustus mendatang.

Selanjutnya, Dradjad Wibowo juga menjelaskan, tidak perlu ada yang dikhawatirkan karena masih cukup waktu untuk saling memantapkan pilihan dan memaksimalkan waktu yang tersisa.

“Masih ada beberapa hari untuk mengerucutkan, biasa itu detik-detik terakhir (nanti muncul nama cawapres),” jelas Dradjad Wibowo.

Sementara, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo Subianto sedang mempertimbangkan nama-nama cawapres masukan partai politik koalisi. Satu dari yang muncul belakangan ini, yakni Agus Harumurti Yudhoyono (AHY), pascabergabungnya Partai Demokrat ke poros Prabowo.

“Ya, semua dipertimbangkan karena semua memiliki kelebihan-kelebihan meng-endorse, mendorong mem-push, memenangkan Pak Prabowo,” kata Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 31 Juli 2018.

Selanjutnya, Ahmad Muzani juga menegaskan, faktor-faktor tersebut menjadi hal yang diperhitungkan secara saksama dan serius oleh Prabowo.

“Karena, nama-nama yang di-endorse masing-masing partai kelebihannya juga kami anggap sebagai sesuatu yang bisa mem-push bagi kemenangan Pak Prabowo,” tegas Ahmad Muzani. [elz/rep].