Eva-Kusuma-Sundari
Eva Kusuma Sundari. (foto: dok. kedaipena)

JAKARTA, harianpijar.com – PDIP menilai ungkapan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) yang menyebut ‘MK itu goblok’ dalam sebuah talk show di televisi swasta nasional, merupakan bentuk kekecewaan OSO atas putusan MK soal pengurus partai dilarang maju sebagai senator dalam pileg mendatang.

“Saya paham luapan emosi Pak OSO sebagai ‘korban’ putusan. Saya yakin itu ekspresi kekecewaan, tapi saya yakin dia patuh pada putusan,” kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari seperti dilansir dari detik, Rabu, 1 Agustus 2018.

Menurut Eva Kusuma Sundari, tidak ada maksud OSO menyerang pihak MK secara pribadi. Namun, dirinya juga menganggap hakim memiliki hak untuk mengingatkan OSO agar menghormati putusan kelembagaan.

“Dan (seharusnya OSO) tidak baper (karena putusan). Konsekuensi somasi adalah tidak melukai, dalam rangka mengingatkan saja, jadi Pak OSO tinggal minta maaf,” ujar Eva Kusuma Sundari.

Selain itu, dirinya juga mengatakan peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran politik yang baik. Eva Kusuma Sundari berharap untuk ke depan komunikasi politik semua pihak akan lebih baik.

“Ini pendidikan politik yang moderat, bagus untuk kita semua,” pungkasnya.

Diketahui, MK mensomasi OSO karena telah menyebut lembaga itu dengan umpatan goblok dalam sebuah talk show di televisi nasional. OSO tak sependapat dengan putusan MK yang melarang pengurus parpol jadi anggota DPD.

Pihak Partai Hanura sendiri sudah angkat bicara soal itu. Menurut Sekjen Partai Hanura Herry Lontung Siregar, pernyataan OSO tersebut hanya ucapan dan bukan perkataan yang mengarah ke hal negatif atau tendensius.

“Nggaklah, itu biasa. Ucapan saja,” sebut Herry Lontung Siregar seusai pertemuan sembilan sekjen parpol koalisi dengan Jokowi di Kafe Grand Garden, kompleks Kebun Raya Bogor, kemarin. (nuch/det)