Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad. (foto: instagram/ustadzabdulsomad)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai terkait dengan hasil keputusan Ijtima Ulama yang merekomendasi nama Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, tidak mewakili suara banyak orang.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Jazilul Fawaid, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait keluarnya rekomendasi kedua nama tersebut.

“GNPF itu cuma mengklaim Ustaz Somad, kenyataannya beliau tidak mau, aneh jadinya klaim-klaim seperti itu,” kata Jazilul Fawaid kepada media, Selasa 31 Juli 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Jazuli Fawaid, dirinya menghormati keputusan Ustaz Abdul Somad yang tidak ingin terjun dalam dunia politik. Bahkan, menurutnya keputusan tersebut yang paling tepat untuk Ustaz Abdul Somad untuk tetap menjadi ulama dan pendakwah bagi masyarakat.

“Ustaz Somad kan tidak mau (jadi cawapres) kita harus hormati sikap itu, artinya dia Istiqomah jadi ulama, itu sudah bagus,” tegas Jazilul Fawaid.

Selanjutnya, Jazilul Fawaid juga menjelaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan hasil Ijtima Ulama GNPF. Bahkan, para pendukung Joko Widodo (Jokowi) juga tidak akan bimbang dengan munculnya nama Ustaz Abdul Somad jelang pendaftaran pemilu ini.

Selain itu, dirinya juga sudah mengenal Ustaz Abdul Somad sehingga tidak mungkin bagi Ustaz Abdul Somad untuk ikut berpolitik. Ustaz Abdul Somad akan tetap di jalan awalnya sebagai ulama.

“Ustaz Somad teman kita, tidak akan ada masalah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelas Jazilul Fawaid.

Sementara, menurut Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, dirinya percaya kehadiran Ustaz Abdul Somad tidak bakal menggerus elektabilitas Jokowi. Karena, setiap tokoh tentu akan memiliki pengikut masing-masing.

“Setiap tokoh punya segmen masing-masing,” kata Hendrawan Supratikno melalui pesan singkat pada media, Selasa 31 Juli 2018.

Selanjutnya, Hendrawan Supratikno juga menjelaskan, dirinya juga percaya para pendukung Jokowi akan tetap setia mendukung mantan gubernur DKI tersebut pada Pilpres 2019. Karena itu, Jokowi tidak akan merasa takut kehilangan para pendukung.

Bahkan, Jokowi tidak akan gentar apabila harus berhadapan dengan Prabowo-UAS. Selain itu, menurutnya, masyarakat akan tetap memilih Jokowi didasarkan pada kinerja-kinerja Jokowi selama memimpin Indonesia.

“Tidak ada alasan untuk takut, kerja-kerja politik kami didasarkan pada niatan untuk melayani, mengabdi kepada rakyat. Rakyat yang yang menilai krida dan kinerja kami,” kata Hendrawan Supratikno.

Sementara diketahui, GNPF ulama sepakat untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai capres dalam Pilpres 2019. Sedangkan untuk cawapres, GNPF ulama merekomendasikan Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Bahkan, GNPF juga berencana untuk membawa hasil Ijtima Ulama tersebut kepada Prabowo Subianto. Serta PKS menyatakan siap untuk mengawal rekomendasi Ijtima itu untuk Pilpres 2019.

Namun, Ustaz Abdul Somad mengatakan dirinya tidak ingin berpolitik. Justru menyarankan agar Prabowo Subianto berpasangan dengan Salim Segaf Al-Jufri daripada dirinya.

“Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan ulama; (antara) Jawa dan non-Jawa, (antara) nasionalis-religius plus barokah darah Nabi SAW dalam diri Habib Salim, kata Ustaz Abdul Somad. [elz/rep].