Susu-Kental-Manis
Ilustrasi. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi IX DPR akan segera membentuk panitia kerja (Panja) untuk mendalami polemik susu kental manis (SKM). Kesepakatan soal panja itu dibuat dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama BPOM.

Rapat yang berlangsung secara tertutup itu digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 9 Juli 2018.

“Kita ingin melakukan klarifikasi, karena itu kesepakatan rapat tadi membentuk panja,” ujar Wakil Ketua Komisi IX Ermalena saat dimintai keterangan.

Ermalena mengatakan, polemik SKM ini perlu didalami lebih jauh. Pasalnya, diduga masih ada kesalahan tafsir atas pengonsumsian SKM yang melibatkan anak-anak.

“Karena ini kan menyangkut anak-anak. Kalau anak-anak banyak mengonsumsi susu kental manis yang mengandung susu ataupun tidak mengandung susu ini kan untuk tumbuh kembang anak ke depan bahaya,” ungkap Ermalena.

“Karena itu kita memberikan atensi betul kepada kasus ini. Kelihatan sederhana tapi bahayanya besar,” tambahnya.

Setelah dibentuk, Panja SKM akan segera memanggil pihak terkait yang terlibat dalam polemik ini. Termasuk memanggil industri yang memproduksi SKM.

“Segera dibentuk dan akan memanggil pihak-pihak yang terkait. Termasuk industrinya kita akan panggil. Kita sudah minta BPOM segera memberikan list-nya kepada kita. Karena ini kan tanggung jawab kita supaya masyarakat tidak bingung,” jelas Ermalena.

Jika dalam pembahasan nantinya panja menemukan persoalan serius, maka bukan tidak mungkin produk SKM akan ditarik dari perederan.

Namun, menurut Ermalena, sejauh ini belum ada imbauan untuk memberhentikan atau menarik produk SKM.

“Belum ada (imbauan penarikan). Ini kan karena masih simpang pendapat. Kalau memang nanti di panja ditemukan masalah yang serius, bisa saja itu terjadi. Karena yang penting sekarang masyarakat aman, berhak untuk mendapatkan yang terbaik,” pungkasnya. (nuch/det)

loading...